Tergantung Tender

Pernah suatu hari aku berdiskusi dengan beberapa sahabat mengenai pilihan-pilihan dalam hidup. Well, menurutku setiap manusia yang hidup di dunia ini dikaruniakan akal yang dengannya ia berhak memilih sesuatu, termasuk pendamping hidup. Dalam pilihan-pilihan tersebut tentunya ada banyak pertimbangan dan juga pemikiran. Tentunya antara manusia A dan manusia B memiliki pilihan berbeda karena masalah selera yang tentunya tidak sama, bukan? Ketika kita mengetahui berbagai pilihan tersebut boleh jadi akan banyak pendapat yang muncul. Bisa pro dan kontra. Atau, bisa jadi akan muncul selentingan, “Loh koq bisa ya pilihannya seperti itu? Well, bisa jadi memang demikian karena hidup itu pilihan dan kita tidak pernah tahu apa yang ada di kepala tiap orang.

Belum selesai diskusi yang kami lakukan tiba-tiba seorang bapak yang tampaknya sudah makan asam garam menyeletuk, “Ah, itu sih tergantung tendernya…”

… (tergelak)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s