Menyentuh dengan Hati

Kebenaran itu memang perlu dikatakan karena ia merupakan sesuatu yang haq. Tapi, bagaimana menyampaikan kebenaran itu kepada orang lain perlu teknik tersendiri karena setiap orang memiliki latar belakang karakter, sifat, kepribadian yang berbeda-beda.

A tentu tidak sama dengan B dan tidak sama juga dengan C. So, perlulah dilihat siapa yang kita ajak bicara atau kita beri nasihat kepada dia agar tidak meninggalkan luka di hati. Ah, lidah memang tidak bertulang karena sekali dia berkata mungkin bisa jadi meninggalkan bekas di hati.

Makanya, saya termasuk orang yang berusaha untuk berhati-hati dalam hal ini apalagi jika berhadapan dengan mereka yang secara umur dan juga pengalaman (mungkin) lebih tua dari saya sendiri.

Tapi satu yang saya yakin bahwa hati itu hanya dapat disentuh dengan hati juga. Hati tidak terbuat dari batu, bukan? Bahkan, batu yang keras saja bisa hancur dengan tetesan-tetesan lembut air ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s