Social Entrepeneur 1

Guys, pembahasan kali ini agak serius dikit ya, tapi masih bidang saya koq, yaitu seputar bisnis dan wirausaha🙂. Berhubung saya lagi tertarik dengan yang namanya social entrepreneur, yang sebenarnya totally different with my research area right now, maka kali ini saya mencoba untuk berbagi dengan semuanya.

Beberapa hari terakhir sempat melakukan riset kecil-kecilan tentang social entrepreneur, membaca beberapa jurnal dan juga membeli dua buku dari Amazon yang khusus membahas masalah ini (Muhammad Yunus-Building the Social Business dan The New Pioneers, yayyy!!!).

Well, saya lebih tertarik membeli buku yang hard copy daripada soft copy atau teknologi mutakhir bernama kindle. Bukan apa-apa sih karena kenikmatan menyelami kata demi kata dan kalimat demi kalimat yang ada di buku sangat berbeda🙂. Insya Allah kapan-kapan saya berbagi tentang buku ini ya …

Selamat menikmati edisi tulisan kali ini😉

***

Ada satu hal yang aku perhatikan saat ini bahwa banyak orang yang sedikit melupakan sisi-sisi sosial dari dunia usaha. Social entrepreneur seakan diabaikan dan bukan menjadi cita-cita. Boleh jadi, mungkin, penyebabnya adalah tuntutan profesi, ekonomi, dan juga dunia kapitalisme yang sudah merajai kita saat ini.

Padahal, jika kita menjadi problem solvers dari setiap problem social yang ada di masyarakat maka akan banyak masyarakat yang ikut terbantu. Dengan demikian maka lambat-laun maka kesejahteraan seluruh masyarakat akan meningkat dengan sendirinya.

***

Social entrepreneur merupakan gabungan dua kata, yaitu social dan entrepreneur, yang memiliki arti yang sebenarnya bertolak belakang. Social sendiri bermakna sosial, artinya segala sesuatu yang dilakukan tentunya memiliki pengaruh ke masyarakat luas. Sedangkan, entrepreneur sendiri berarti pengusaha. Pengusaha biasanya identik dengan hal yang berbau kapitalis karena kerja pengusaha adalah berpikir bagaimana mendapatkan keuntungan dan uang yang banyak dari hasil usaha yang telah dilakukan.

Tapi, manakala kedua kata ini digabung menjadi satu maka ada makna baru yang terkandung di dalamnya. Social entrepreneur bukan bermakna sebagai pengusaha yang berjiwa sosial yang sering berinfak atau membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin, melainkan bahwa pengusaha tersebut memahami segala problem sosial yang ada di sekitarnya. Dengan prinsip-prinsip kewirausahaan yang dipahaminya, ia akan mengelolanya agar terjadi sebuah perubahan sosial di masyarakat. Perubahan sosial tersebut dapat berupa apa saja, seperti perubahan pola hidup, kesejahteraan ekonomi meningkat, dan juga pola berpikir dari yang tadinya malas menjadi rajin untuk berusaha dan bekerja.

Salah satu contoh social entrepreneur yang sudah terkenal di seluruh dunia adalah Muhammad Yunus. Saya yakin kita semua sudah mendengar nama Muhammad Yunus, yang telah berjasa memperjuangkan nasib rakyat kecil di negara asalnya, Bangladesh, melalui sistem microfinance.

Hal yang dilakukan oleh Muhammad Yunus melalui usaha keluarganya yang bernama Grameen Bank yang didirikannya sangat sederhana sebenarnya, yakni memberikan kredit kecil kepada masyarakat di tempatnya tanpa agunan atau persyaratan yang menyulitkan. Sistem yang dibangunnya sangat sangat sederhana, hanya dengan menanamkan prinsip trust kepada masyarakat tersebut. Atas jasa-jasanya tersebut maka wajar ketika dunia menganugerahinya sebuah nobel perdamaian pada tahun 2006.

lanjut besok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s