Ramadhan Kesembilan

Sudah Ramadhan kesembilan, tak terasa..
Ramadhan kali ini sangat mencekam. Negara Inggris mengalami kerusuhan dimana-mana. Kerusuhan ini berawal di kota London dan kemudian menyebar cepat ke beberapa kota lainnya seperti Birmingham, Liverpool, dan Bristol. Alhamdulillah sampai sekarang kota York masih aman terkendali. Semoga kerusuhan tersebut tidak sampai di kota ini. Kalau terjadi akan cukup mengganggu stabilitas kota York yang biasanya tenang dan damai sebagai salah satu tempat tujuan wisata dan tempat bersantai.

Sebenarnya, kerusuhan ini bermula dari tewasnya seorang pemuda berkulit hitam bernama Mark Duggan. Pemuda berumur 29 tahun dan ayah dari empat orang anak ini tewas ditembak oleh polisi yang pada waktu itu tengah melakukan razia penggunaan senjata di kalangan komunitas kulit hitam di London.

Diawali dengan protes kemudian akhirnya menjadi kerusuhan. Kerusuhan pertama bermula di salah satu sudut kota bernama Tottenham dan kemudian menjalar ke beberapa tempat lainnya. Pelaku perusuhan sebagian besar adalah anak-anak remaja berumur tiga belas tahunan. Menurut Undang-Undang di Inggris, anak-anak berumur tiga belas tersebut belum bisa dijatuhkan hukuman karena masih berada di bawah umur enam belas tahun. Akibatnya, polisi tidak dapat berbuat apa-apa kepada mereka karena tidak bisa menjatuhkan hukuman.

Adapun sasaran para perusuh adalah toko-toko dan pusat perbelanjaan. Layaknya kerusuhan, maka sudut kota berubah menjadi kelam. Para perusuh mulai merusak bebeberapa pertokoan, melempar kacanya dengan batu, menjarah barang-barang tersebut, dan bahkan membakarnya. Sudut kota menjadi tambah kalut karena api mulai berkobar ke mana-mana.

Salah seorang teman PPIUK yang sekarang berdomisili di Cambridge menjelaskan sebagai berikut:

..’sasaran kerusuhan sebagian besar mengarah pada perusakan properti milik umum seperti toko-toko dan perkantoran di pinggir jalan utama di area-area sekitar London yg terimbas, berakhir dengan aksi penjarahan barang-barang retail seperti baju dan elektronik, diakhiri dengan pembakaran bangunan. pemadam kebakaran kesulitan/terlambat menuju lokasi karena dihadang dan diserang para pelaku. beberapa gedung/bangunan habis tuntas dilalap api, ditonton jutaan orang dari TV tanpa bisa berbuat apa2, yg gambarnya diambil dari heli.

polisi London yg armada anti huru-haranya terbatas jumlahnya (terutama yg terlatih), tadi malam terpencar mengatasi titik kerusuhan yg serentak muncul di beberapa tempat hampir bersamaan (perintah dari BBM berantai yg menginstruksikan penyerangan dilakukan pd jam-jam tertentu), bahkan di beberapa poin tidak ada polisi sama sekali saat penjarahan berlangsung. kalaupun ada mereka juga tidak bisa berbuat banyak karena rata-rata pelaku adalah di bawah umur yg secara hukum di sini mereka “untouchable”. tidak ada gas airmata, tidak ada water cannon, tidak ada rubber bullet. dengan lagak jagoan anak-anak ini merusak apa saja yg mereka lalui dan menjarah barang2 apa saja yg mereka bisa bawa. betul-betul miris, geregetan dan frustasi melihatnya di TV. sumber permasalahan kejadian sudah banyak dibahas di media-media UK (guardian, sky, bbc), jadi silakan browse, karena analisanya sudah meluas ke masalah imigrasi, sosial, ekonomi, yg jauh lebih rumit..’

Demikianlah Ramadhan mencekam kali ini. Aku berusaha untuk terus memantau situasi agar tidak ketinggalan informasi dan sekaligus waspada. Alhamdulillah, sejauh pantauan, teman-temanku yang berada di London dalam keadaan aman terkendali walaupun statusnya sudah masuk siaga satu. Teman-teman PPI di UK menurut kabar terakhir juga baik-baik saja, meski harus terus waspada dan saling memberi kabar.

Kerusuhan ini walaupun mengarah ke anarkhi, namun tidak mengarah ke penyerangan ke orang, tapi lebih ke properti dan polisi. Menurut berita dan juga pernyataan walikota Inggris, Borris Johnson, malam ini polisi di London jumlahnya naik 3 kali lipat (akan dikerahkan sebanyak 16,000 personel). Menurut Sky, penggunaan rubber bullet sudah diijinkan untuk mengatasi para perusuh tersebut.

Kerusuhan bisa terjadi di mana-mana akibat banyak hal. Ada banyak persoalan ternyata di negeri ini yang perlu diselesaikan sepertinya. Para pengamat telah berusaha menganalisa dan memaparkan persoalan ini. Negara Inggris pun perlu berbenah, terutama dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di kalangan anak mudanya. Pengangguran dan perekonomian adalah dua kata kunci. Semoga kerusuhan ini segera berlalu dan teratasi dengan baik..

Beberapa link berita bisa dilihat di BBC dan Guardian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s