Kisah Waktu Ujian

Pengawas ujian: berjalan mondar-mandir dengan tangan dilipat ke dada sambil sekali-kali melirik ke arah peserta ujian..

Mahasiswa: berwajah tegang, harap dan cemas sambil memandang lembar-lembar soal di atas meja

Pengawas ujian: mondar-mandir, mata berkeliling mengamati para mahasiswa di ruang ujian

Mahasiswa: masih memandangi soal-soal ujian, sesekali menuliskan jawabannya di lembar jawaban yang ada

Pengawas ujian: tangan ditaruh ke belakang, berjalan sambil terus mengawasi para mahasiswa

Mahasiswa: garuk-garuk kepala, gelisah

Gambaran di atas adalah sekelumit kisah di dalam ruang ujian. Biasanya 30 menit pertama suasana sangat hening. Para peserta ujian sangat berkonsentrasi dengan soal-soal ujian mereka. Ada yang sangat lancar mengerjakannya dan menuliskan jawaban-jawaban tersebut di atas lembar jawaban yang telah tersedia.

Kemudian 30 menit berikutnya, para mahasiswa mulai gelisah. Umumnya garuk-garuk kepala, berpindah posisi duduk dengan gaya miring ke kiri atau miring ke kanan. Tapi, tentu saja tidak boleh berdiri atau meninggalkan ruangan ujian tersebut tanpa mengacungkan tangan tanda permisi kepada pengawas ujian yang ada di dalam ruangan.

30 menit selanjutnya suasana biasanya menuju ke klimaks. Bunyi kertas dibolak-balik mulai terdengar di mana-mana. Bunyi barang-barang jatuh seperti pensil, pena, dan penggaris silih berganti menjadi irama musik di tengah kesunyian ujian. Mahasiswa peserta ujian sudah mulai gelisah. Bahkan terkadang kertas ujian dan kertas lembar jawaban pun jatuh ke lantai. Pernah juga ada kertas lembar soal salah satu peserta terbang dari bagian atas ke bagian bawah menimpuk peserta ujian yang lain🙂. Pertarungan antara pikiran dan tangan mulai mencapai klimaks. Teruss berpikir keras..

30 menit terakhir adalah klimaks. Biasanya di 30 menit terakhir otak terus dipacu keras untuk berpikir dan di menit-menit terakhir inilah koq bisa menemukan jawaban yang pas. Hehe..otak mahasiswa menjadi encer. Secara teori memang begitu, jika pada menit-menit terakhir kondisi otak mencapai titik klimaks sehingga kita menjadi lancaaar banget untuk berpikir. Makanya tak heran kalau telah mendekati waktu deadline tugas kuliah dari dosen, kita lebih mudah berpikir dan mengerjakannya. Soale otak dipaksa untuk berpikir dengan keras, sepuluh kali lipat dari kondisi awal. Mulailah mahasiswa sibuk berpacu antara kecepatan pena di tangan dengan kecepatan waktu karena waktu ujian yang akan segera berakhir..

York: sekelumit kisah waktu mengawasi mahasiswa ujian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s