Castle Hill

Angin bertiup sangat kencang di sekitar daerah kastil. Tubuhku terhuyung ke kanan dan ke kiri mengikuti arah angin berhembus. Bahkan angin kerap mendorongku ke depan dan ke belakang. Wussshhh.. terpaan angin di sekitar tempat ini sangat kencang. Hampir saja jilbab di kepalaku melayang gara-gara amukan angin yang tidak bisa diajak kompromi barang sebentar. Untung saja aku memakai jaket sehingga bisa melindungi jilbabku dari angin yang hampir-hampir menerbangkanku bersama jilbab di kepala. Rok dan atasan bajuku tampaknya sudah tidak ada bentuk lagi deh soalnya terbang kemana-mana bersama hembusan angin di puncak kastil.

Aku pun harus sekuat tenaga untuk memegang kamera pocket yang sedari tadi kutenteng agar tidak ikut melayang terbang dibawa angin. Berabe deh kalo barang kesayangan ini ikut terbang, mission will be failed karena gak berhasil mengabadikan momen di atas kastil dan bukit ini🙂.

Demikian juga ketika aku berusaha untuk mengambil shot terbaik dari hamparan pemandangan yang ada. Ternyata tak semudah yang dibayangkan. Kameranya bergerak-gerak sehingga tidak fokus kepada bidikan karena terpaan angin yang kencang. Belum lagi terkadang tubuhku juga ambruk oleh terpaan angin, terhuyung ke sana ke mari. Bakalan gagal nih. Tapi, usaha harus dilakukan dengan lebih keras. Alhamdulillah, berhasil juga mengambil beberapa bidikan di tempat ini setelah gagal berkali-kali karena harus berjuang melawan angin.

Hembusan angin ini membawa memoriku ke sebuah kota di Taiwan, Tainan. Malam itu angin mulai berhembus dan sekali-kali hujan rintik-rintik membasahi kota Tainan dan sekitarnya. Semakin malam ternyata angin semakin kencang dan hujan pun semakin deras. Jendela kaca dormitory Sheng li 6 (baca: liu) sekali-kali berdentum keras karena terpaan angin kencang. Setelah membaca-baca berita ternyata beberapa kota di Taiwan pada waktu itu sedang dilanda taifun, yaitu angin kencang mirip tornado. Pagi-paginya ternyata mendapat kabar dari tetangga kamar kalau kampus-kampus dan sekolah-sekolah diliburkan untuk sementara karena diperkirakan taifun akan terus melanda kota Tainan dan sekitarnya sampai sore nanti.

Pagi-pagi setelah matahari kembali duduk di singgasananya, aku pun coba melihat-lihat ke arah luar. Subhanallah, pohon-pohon banyak yang tumbang dan menutupi jalan-jalan. Bahkan, menurut investigasi salah seorang temanku bahwa salah satu pohon terbesar dan agak keramat di dekat kampus IMBA telah tumbang karena terpaan angin taifun tadi malam.

Angin kencang di atas bukit sekitar kastil ini memang bukan taifun. Tetapi, kekuatannya hampir-hampir sama, sama-sama bisa menerbangkan makhluk-makhluk yang ada di sekitarnya🙂.

Perlu perjuangan juga untuk menuju ke menara di Castle Hill ini. Dinamakan Castle Hill tentu saja karena letaknya yang di atas bukit. Konon dulu di abad pertengahan, ada sebuah kastil di tempat ini. Kastil ini terletak di atas bukit yang cukup tinggi, terletak di wilayah Kirklees, tepatnya di kota Huddersfield dan telah berdiri sekurang-kurangnya 4000 tahun lamanya. Tetapi kemudian kastil tersebut telah runtuh. Dan untuk mengabadikan momen sejarah tersebut maka pada masa pemerintahan Queen Victoria dan untuk memperingati hari kelahiran kekuasaannya yang telah mencapai usia ke-60 maka didirikanlah sebuah menara tinggi yang kemudian dinamakan Victoria Tower. Pembangunan menara ini telah berhasil diselesaikan pada tahun 1899.

Jika telah sampai menara tersebut maka selamatlah semua karena angin kencang tidak berhasil menerbangkan kita semua. Menara telah menjadi tempat berlindung bagi semua pengunjung yang datang ke tempat ini. Dari atas menara terlihat hamparan pemandangan kota perindustrian Huddersfield yang dikelilingi oleh perbukitan yang cantik.

Dulu juga di tempat ini ada sebuah rumah di tempat ini. Rumah ini kemudian dibeli oleh dua orang bersaudara yang berprofesi sebagai pengusaha, yaitu Mick dan Barry Thandi, dengan nama perusahaan Thandi Partnership, dan kemudian dijadikan pub di atas bukit. Mereka kemudian melakukan renovasi dan perluasan tanpa izin dari pemerintahan setempat. Akhirnya, bangunan tersebut diruntuhkan oleh pemerintahan di wilayah tersebut karena telah melanggar perjanjian awal perizinan pendirian bangunan. Thus, di tempat ini tidak ada bangunan sama sekali kecuali Victoria Tower yang berdiri tegak dengan angkuh di atas bukit.

ps: Terima kasih banyak buat sohibku di Huds yang telah rela membawaku puncak bukit ini hanya sekedar untuk menikmati pemandangan yang indah dari atas bukit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s