Hujan

Rintik hujan hari ini mengingatkanku akan bait-bait puisi Sapardi Djoko Damono:

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

‘masih bulan Mei. tapi, puisi ini cukup menggambarkan suasana hati


5 thoughts on “Hujan

  1. rainy walk berkata:

    assalamu’alaikum

    Dear Mba Hensi

    link ke wordpress mba ini aku dapat saat sedang mencari berita tentang Ayyash, Putra Almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh…lama kelamaan suka aja baca postingan Mba satu per satu..membayangkan perjuangan Mba tinggal di negeri orang seorang diri, aku juga punya cita-cita untuk meneruskan kuliah di UK, Mba, doakan ya🙂 Juli tahun ini, aku akan pertukaran mahasiswa ke Darwin, Australia, it’s gonna be my first experience of living separately from my parents, both excited and afraid🙂
    salam kenal…. ^^

    • wa’alaikumussalam dian..salam kenal juga dari saya ya. silahkan mampir. jika ada yg bermanfaat silahkan diambil, jika dirasa tidak tinggalkan saja. anggap saja hiburan kecil di sela-sela kesibukan yg ada🙂

      best wishes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s