Netralitas sebuah perjuangan

Sejarah sebuah gerakan mahasiswa atau bahasa halusnya adalah organisasi mahasiswa saja. Sejarah telah membuktikan bahwa organisasi mahasiswa tidak pernah netral. Pada masa dahulu sejak diawalinya organisasi mahasiswa pada tahun 1968 di Perancis telah melakukan keberpihakan terhadap rakyat banyak dengan melakukan perlawanan terhadap kaum borjuis kapitalis yang merugikan rakyat pada waktu itu. Dan hingga sekarang pun saya kira cita-cita ini tetap harus ada, berpihak untuk suatu kebaikan dan kebenaran.
Maka, sudah jelas bahwa sebuah entitas organisasi pelajar/mahasiswa harus memiliki sikap, bukan netral. Saya lebih sepakat dengan kata independen. Independen lebih tepat daripada netral karena makna independensi berarti kemandirian dan tidak bergantung kepada orang lain, namun tetap memiliki ketegasan dalam menyatakan sikapnya. Sebagai seorang intelektual mahasiswa, kita memiliki hak untuk menyuarakan sesuatu sesuai dengan hati nurani rakyat banyak dan visi-misi organisasi. Bagaimana mungkin suatu perubahan akan tercipta jika kita sendiri tidak memiliki sikap? Sikap netral akan melahirkan sebuah sikap apatis, tidak peduli dengan kondisi lingkungan yang ada, termasuk negara tercinta sendiri. Hidup itu katanya bukan hanya merajut mimpi semata, tetapi juga harus memberikan makna kepada orang lain, berbagi. Jika ada suatu hal penting menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara, saya pikir, kita memiliki kewajiban  untuk turut andil di dalamnya. Bukan netral dan diam tanpa melakukan suatu perubahan. Tentunya sebuah organisasi mahasiswa bukan hanya sekedar event organizer atau sekedar perintisan karir belaka. Mahasiswa juga memiliki fungsi strategis sebagai agent of change yang seharusnya melakukan perubahan terhadap lingkungan di sekitarnya. Sebagaimana kata Pramoedya bahwa, ‘Peran kaum intelektual itu telah jelas yaitu untuk melahirkan bangsa Indonesia dengan kesadaran akan komitmennya dengan bangsa’.
Sudah saatnya kita lebih ‘sensitif’ dengan lingkungan sekitar kita agar dapat membaca berbagai situasi dan kondisi objektif yang ada dalam masyarakat. Suatu perubahan tidaklah instan dan butuh pengorbanan. Salam perjuangan!!
Terima kasih buat rekan-rekan PPIUK yang telah mengilhami saya untuk menuangkan ide-ide kritis saya..Terima kasih juga untuk ruang diskusi yang ada. Jangan pernah lelah untuk berkarya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s