Kenapa PhD? (bag. 2)

Kenapa sih repot-repot PhD? Padahal bagi seorang wanita paling banter akan menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak-anak dan suaminya kelak. Well, saya gak sepakat dengan pendapat ini. Maka, dengarkanlah wahai saudara-saudaraku, khususnya calon suamiku (*winkwink) terhadap beberapa penjelasanku di bawah ini.Aku sadar sepenuhnya bahwa tugas utama seorang wanita itu adalah menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya. Ibu adalah madrasah paling utama bagi anak-anak mereka walaupun peranan ayah dalam mendidik sangat diutamakan juga, bahkan disebutkan di dalam Al Quran. Aku pun menyadari sepenuhnya bahwa kelak ku harus menjadi seorang pendamping yang baik bagi suaminya. Isteri adalah partner bagi seorang suami di dalam berdakwah, mendidik anak-anak dan menjalankan roda rumah tangga.

Maka, aku ingin mengoptimalkan kemampuan yang kupunya. Berikhtiar dengan sesuatu yang tidak dilarang di dalam agama, bahkan dianjurkan sekali. Aku ingin berusaha agar kelak bisa menjalankan amanah tersebut dengan baik, menjadi seorang pendidik yang baik bagi anak-anakku kelak dan juga menjadi pendamping hidup yang baik bagi suamiku. Idealismeku adalah ingin berbagi cerita, memberikan pelajaran banyak hal dari yang kupunya (dan tentunya juga dari lingkungan sekitarnya), dan menjadi tempat pertama buat buah hatiku mencurahkan hati setelah melihat dunia luar. Aku ingin memberikan penjelasan terhadap berbagai persoalan tentang dunia beserta pernak-perniknya yang mereka belum paham dalam rentang usia mereka. Membisikkan kata-kata hikmah atau berbagi cerita dongeng di telinga mungil mereka mungkin suatu hal yang indah untuk dilakukan.  Atawa memberikan tempat berteduh dan menjadi penyejuk hati bagi sang dambaan hati tentunya merupakan kebahagiaan hakiki di dalam hidup ini.

Tugas mulia tersebut tidak ringan. Oleh karena itu saudaraku dan suamiku eh calon..aku harus menjadi ibu yang cerdas dan juga sholihah sehingga bisa mengoptimalkan semua potensi yang kumiliki dan mengamalkan ilmu yang kudapatkan selama di bangku kuliah tersebut dengan sebaik-baiknya di dalam rumah tangga kelak.

Aku tahu dan sadar sepenuhnya bahwa pekerjaan ini sangat berat dan membutuhkan proses pembelajaran dari hari ke harinya. Dan bantuan serta dukungan penuh dari seorang partner yang baik tentulah sangat kubutuhkan agar kelak rumah tangga kita menjadi surga yang paling indah.

Note: spesial untuk calon suamiku yang entah di belahan bumi yang mana ia berada dan siapa ia. Tak berani meraba takdir, hanya doa yang terus kupanjatkan agar kelak mendapat seorang yang tepat untuk bersama-sama mengarungi samudera kehidupan yang luas dan buas ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s