Reputasi online

Beberapa hari yang lalu, ada sebuah pelatihan menarik yang aku ikuti. Pelatihan ini merupakan rangkaian program dari Graduate Trainig Unit (GTU) yang memang dikhususkan bagi mereka yang mengambil program doktor di The University of York. Pelatihan ini tentu saja bertujuan untuk memberikan bekal dan pengetahuan kepada para mahasiswa tersebut di dalam mengembangkan kemampuan intelektual dan juga kemampuan lainnya yang tidak mereka dapatkan di departemen masing-masing. Terkadang ada juga (tampaknya) pelatihan yang tidak terlalu penting tetapi tetap diprogramkan karena dinilai bermanfaat dan ada tujuannya.

Pelatihan kali ini adalah tentang ‘Enhancing Your Online Reputation’. Tepatnya, bagaimana seorang mahasiswa, khususnya mahasiswa doktor, dapat meningkatkan reputasi mereka melalui internet. Bagi saya hal ini menarik karena perkembangan dunia maya yang semakin pesat. Dengan sekali klik, orang di seluruh dunia akan dengan mudah menemukan status atau informasi seseorang melalui internet walaupun belum berkenalan sebelumnya.

Di awal pelatihan, kami dipasangkan dengan peserta yang ada dan disuruh untuk saling berkenalan dan mencatat nama teman yang menjadi pasangan. Kemudian, dari nama tersebut mulailah dilakukan pelacakan tentang reputasi orang tersebut melalui internet. Hal yang paling mudah adalah mengetikkan nama di Google bar (googling). Dengan sekali menulis kata kunci maka akan muncul ribuan informasi yang dibutuhkan.

Ada banyak program jaringan sosial melalui internet. Biasanya orang akan mendaftar di situs tertentu dengan tujuan untuk menambah teman, mencari kawan lama, bernarsis ria atau sekedar iseng. Ada banyak jaringan sosial yang terkenal seperti friendster, hi, myspace, dan multiply. Selain itu, ada juga situs jaringan sosial yang sangat terkenal dan paling banyak diminati adalah facebook. ‘Akhirnya aku ketemu teman es-de ku di facebook’, ujar seorang pemilik facebook yang hampir setiap hari selalu meng-update status fb-nya.  ‘Aku sih sekedar mo tahu perkembangan teman-teman yang ada karena bisa liat-liat foto-foto yang di-upload ke fb,’ ujar yang lainnya. Sebagian besar pengguna tentunya merasakan ada kemanfaatan dan kesenangan tersendiri ketika bergabung ke jaringan sosial tersebut.

Atau yang terakhir dan cukup heboh adalah twitter karena banyak kejadian ternyata para aktris dan aktor terkenal juga ikut bergabung di situs ini. Melalui twitter, pengirim dapat mengirimkan pesan singkat (tweet) kepada jaringan yang dimilikinya (follower). Namun, twitter memiliki keterbatasan karakter (140 karakter) sehingga pengguna tidak dapat menuliskan banyak karakter di bar yang ada.

***

Sebenarnya, bagi seorang mahasiswa dan akademisi, jaringan sosial tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk bertukar informasi dan pengetahuan daripada sekedar bernarsis ria atawa mengkumpulkan banyak teman atawa sekedar iseng belaka.

Twitter, contohnya, melalui program ini kita bisa mencari bahan riset yang berguna dengan mengetikkan kata kunci di search engine yang ada. Dari sana akan muncul banyak tweet yang berhubungan dengan bidang studi kita. Melalui program ini sebenarnya dengan sangat mudah kita akan menemukan berbagai informasi dari seluruh jaringan pengguna twitter tentang kesulitan bidang studi yang kita hadapi.

Ada juga jaringan sosial riset yang kerap digunakan para akademisi adalah academia.edu. Jaringan ini terdiri dari para staf, profesor dan mahasiwa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di dunia. Komunitas ini dibentuk untuk melakukan publikasi terhadap karya-karyanya kepada orang lain serta sebagai sarana bertukar informasi dan pengetahuan. Melalui situs ini, kita dapat menambah teman dan bertukar bahan riset. Bahkan kita dapat dengan mudah mengundang para profesor kenamaan di universitas kita ataupun di tempat lain.

Ada juga situs scientific research gate yang hampir sama dengan academia.edu. Namun, situs ini lebih luas cakupannya, tidak hanya terbatas pada universitas kita sendiri. Kita tinggal mengetikkan kata kunci di search engine dan kemudian akan muncul berbagai informasi yang kita inginkan dan butuhkan. Dari hasil pencarian akan ditunjukkan ada berapa orang yang memiliki bidang yang sama dan ada berapa paper yang bertemakan sama.

Ada juga linkedin sebagai sarana berkomunikasi dan berkonsultasi mengenai riset kita dengan para periset dan akademisi lainnya. Atau jika kita ingin mengkhususkan diri bergabung ke dalam komunitas yang membahas masalah metodologi penelitian maka kita dapat bergabung dengan situs methodspace  di internet.

Ada banyak pilihan jaringan sosial di internet dan kita tinggal memilihnya. Kita bisa memilih dan menimbang yang mana kira-kira cocok dan diperlukan untuk kita, khususnya di dalam menunjang studi yang tengah dijalani. Semakin banyak kita bergabung dengan situs jaringan maka reputasi online kita akan meningkat. Semakin banyak kita bergabung dengan situs-situs tersebut maka peringkat nama kita di google akan meningkat dengan sendirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s