Ah, siapa bilang?

Siapa bilang kalau kereta api di UK tidak pernah telat? Siapa bilang kalau kereta api di UK gak pernah dibatalkan atau ditunda? Siapa bilang kalau kereta api di UK gak kacau? Siapa bilang kalau naik kereta api di UK nyaman? Ah, siapa bilang?

Secara umum, naik kereta di UK memang sangat nyaman, lebih nyaman dari kereta api di Indonesia. Keretanya cepat, berangkat sesuai dengan jadwal yang tertera di papan pengumuman, tidak pengap, apalagi bau asap rokok, dan tentunya dilengkapi dengan fasilitas internet tanpa kabel (baca: wireless). Namun hal itu bukan berarti tidak ada cacatnya sama sekali. Nothing is perfect, man! Ya, sudah beberapa kali kejadian buruk menimpaku. Nasib..

Suatu hari dalam sebuah perjalanan dari kota York menuju London, keretaku terdampar manis alias delay selama waktu yang tidak ditentukan karena ada banjir karena hujan yang turun terus-menerus. Suatu kali lainnya, beberapa jurusan stasiun kereta ditutup karena ada engineering work yang tak pernah selesai, rutin tiap pekannya. Walhasil, tentu saja stasiun kereta menjadi membludak dengan penumpang yang kebingungan arah tujuan, apalagi orang ndeso seperti saya yang mampir ke kota London, menjadi bingung dibuatnya.

***

Dari arah Paddington, aku berlari-lari kecil mengejar kereta underground menuju arah Kings Cross. Beberapa line tutup sementara karena ada engineering work. Seperti biasa. Circle lain menjadi satu-satunya alternatif yang bisa digunakan hari itu untuk menuju London Kings Cross. Satu per satu penumpang naik ke dalam kereta. Kali ini berdesak-desakan. Jumlahnya membludak, tidak seperti biasanya.

Kulirik Swatch di pergelangan tangan kiriku. Pukul tujuh kurang lima belas menit.

“Masih ada waktu kurang lebih lima belas menit menuju ke Kings Cross,” batinku.

Kubuka kembali tiket kereta yang sudah kubeli sebulan yang lalu dari kantong ransel hitam kesayanganku. Kereta menuju York akan berangkat tepat pukul tujuh waktu London. Semoga saja kereta ini sampai tepat waktu di London sehingga aku tidak ketinggalan kereta lagi seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Maklumlah, kebiasaan lama belum bisa hilang begitu saja walaupun sudah lama berdomisili di negeri orang.

Detak jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Nervous. Setiap kereta berhenti di satu stasiun, perasaanku agak lega karena berarti kereta akan semakin mendekati ke arah Kings Cross. Lima menit berlalu. Sepuluh menit. Dan, pukul tujuh kurang dua menit. Akhirnya sampai juga aku di Kings Cross. Aku masih punya waktu dua menit untuk menuju ke statiun Kings Cross, tempat pemberangkatan kereta ke kota lainnya di UK, yang terletak di seberang jalan. Tak ada jalan lain kecuali dengan berlari. Kupasang kuda-kuda dan kupacu langkahku sedemikian rupa agar aku tiba di sana tepat waktu.

Olala, ternyata, jadwal kereta menuju York pada pukul tujuh tidak ada.

“Apakah kereta sudah berlalu?”

Perasaanku tidak menentu. Jika kereta berlalu, maka semakin menambah daftar catatan ‘ketinggalan kereta’-ku di UK. Hehe..

Ternyata eh ternyata keretanya di-delay karena beberapa kesalahan teknis. Lega hatiku..

***

Kira2 pukul 2.30pm aku menuju ke stasiun. Jadwal keretaku kali ini adalah pukul 2.45pm. Sambil menunggu kereta tiba aku pun duduk di cafe sambil meneguk hot chocolate kesukaanku. Menurut board, kereta ada di plat 3. Akhirnya aku pun ke sana untuk menunggu kereta tiba. Tapi, sudah lewat dua menit kereta yang dinanti belum menampakkan batang hidungnya. Aku heran.  By feeling akhirnya kuputuskan untuk menuju ke platform dua yang terletak tepat di seberang platform tiga. Masya Allah! Kereta ke Paddington sudah mo berangkat. Dengan terburu-buru akhirnya aku naik, padahal pintu sudah ditutup. Untung saja pintu gak otomatis ya sehingga bisa kubuka sendiri dengan tanganku.

Baru saja hati merasa lega, ternyata gerbong kereta G sebagaimana yg tertera di tiket tidak ada. Entah bagaimana ceritanya aku juga tidak tahu. Geli dan juga sebal soalnya gerbong yang ada cuma H dan I. Hampir semua penumpang yang memiliki tiket reservation seat di gerbong G mengeluh. Ada yang bolak-balik mencari gerbong G, tapi nihil. Yang ada di sebelah gerbong H adalah first class. Chaos…

“Ah, siapa bilang…?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s