Jangan pernah puas, selalulah merasa bodoh (bag.3)

Ada sekian ratus orang (mungkin lebih) yang sukses di dunia ini tanpa mengantongi gelar kesejanaan dan ijazah di tangannya. Ketika masa-masa perkuliahan saya, ada banyak teman dan relasi yang saya kenal yang mengalami hal serupa. Mereka kuliah, namun memilih untuk tidak menyelesaikannya. Bahkan ada teman yang berseloroh, “Saya bisa memberi gelar apa saja di belakang namaku..”. Aku pun tersenyum di buatnya. Ya gelar hanya gelar. Tidak ada yang istimewa. Semua adalah pilihan pribadi dan tidak ada yang salah. Gelar bukan merupakan hal utama. Kampus yang sesungguhnya merupakan universitas kehidupan.

Ada banyak orang terkenal di dunia pun mengalami hal serupa. Mereka tidak pernah mendapatkan gelar kesarjanaan dan ijazah dalam hidupnya. Sebut saja Soichiro Honda, seorang berkenegaraan Jepang yang mendirikan perusahaan motor Honda yang sangat terkenal di seluruh dunia. Sebut juga Conrad Hilton, pendiri Hotel Hilton yang ‘wah’ dan megah itu. Bahkan Bill Gates, pendiri Microsoft, merupakan orang terkaya di dunia dan tidak pernah lulus dari bangku kuliahnya. Atau Paul Allen, yang juga merupakan salah seorang pendiri Microsoft dan sekarang dinobatkan menjadi orang kaya nomor enam menurut Forbes.

Di Indonesia kita juga mengenal sosok Purdi E. Candra, pendiri Primagama, sebuah bimbingan belajar yang sukses dan telah memiliki banyak anak cabangnya di seluruh Indonesia. Beliau pernah mencicipi bangku kuliah tapi memilih untuk tidak melanjutkannya. Atau juga kita mengenal restoran lezat ‘Ayam Bakar wong Solo’ yang telah didirikan oleh Puspo Wardoyo pada tahun 1991. Pak Puspo yang beristerikan empat orang tersebut tidak memiliki ijazah kesarjanaan, tetapi dia menjadi pengusaha terkenal dengan beberapa cabang di Indonesia, bahkan telah merambah manca negara seperti negara Malaysia.

Orang-0rang sukses tanpa mengantongi ijazah sarjana di tangan mereka telah memberikan pelajaran dan semangat lain dalam berkarya nyata. Tanpa ijazah pun mereka masih bisa berkarya dan menorehkan prestasi yang luar biasa di dalam hidupnya. Mereka tidak pernah malu dan berkecil hati dengan para saingan mereka yang memiliki ijazah dan gelar kesarjanaan di belakang namanya.

Jika kita mengingat pidato pidato Steve Jobs pada tulisan pertama saya, maka kita akan terusik dengan pernyataan ‘Stay hungry dan stay foolish’ nya. Ada lagi kisah pidato yang saya dapatkan dari sebuah milis yang dikirimkan oleh seorang teman. Isi pidatonya bagiku sangat menohok dan membuatku merenung kembali terhadap perjalanan studi yang telah kutempuh.

Adalah Larry Ellison,orang terkaya nomor dua di dunia yang menjadi CEO Oracle yang merupakan perusahaan software terbesar di dunia. Pada wisuda di Yale University menyampaikan pidatonya yang luar biasa dan membuat hadirin yang datang terpesona.

Katanya kepada para wisudawan yang hadir, “Sekarang coba lihat orang-orang yang berada di sekeliling kalian, di samping, di depan, dan di belakang. Bayangkan apa yang akan terjadi lima tahun, 10 tahun, atau 30 tahun yang akan datang?” tanyanya kepada semua hadirin.

What can you expect? Loser, loserhood, koser cumlaude?”

“Saya tidak melihat wajah-wajah orang sukses di hadapan saya melainkan wajah ribuan orang yang gagal.”

Katanya lagi, “Saya adalah orang yang drop out. Bill Gates juga drop out. Paul Allen juga drop out. Michael Dell, orang kaya nomor sembilan juga begitu. Dan kalian bukanlah orang-orang yang drop out..

Sesungguhnya, Ellison hendak mengatakan bahwa ada banyak orang yang gagal dalam menyelesaikan bangku kuliahnya tetapi mereka menjadi orang besar, terkenal, kaya dan hebat di dunia dikarenakan kegagalannya tersebut. Kegagalan adalah guru yang terbaik. Ia mengajarkan kepada seseorang untuk tidak mengulangi kegagalan yang kedua, ketiga, keempat, atau kesekian. Ada ungkapan mengatakan bahwa unta saja tidak mau masuk lubang untuk kedua kalinya. Makna selanjutnya dari pernyataannya tersebut bahwa jika yang drop out saja mampu menjadi orang hebat, lantas bagaimana dengan mereka yang tidak drop out dan telah diwisuda dengan topi dan baju gaun kebanggaan para wisudawan? Seharusnya orang yang telah diwisuda dan mengantongi gelar kesarjanaan lebih hebat dari mereka yang telah gagal di bangku perkuliahan. Menohok sekali pernyataannya ini!

Lanjutnya, “Semua yang kalian lakukan, kerja keras selama empat sampai lima tahun merupakan hal yang bagus. Kalian memerlukan relasi, dan kebiasaan kerja keras karena kalian tidak drop out dari bangku kuliah namun kalian tidak pernah menjadi orang yang orang yang terkaya di dunia. Mungkin, bisa jadi..” katanya seolah menyindir para wisudawan yang hanya merasa puas telah lulus dan mendapat gelar sarjana.

“Akhirnya, aku menyadari bahwa kalian heran apa yang harus dilakukan? Sesungguhnya kalian sudah terlambat..” lanjutnya.

Pidatonya ini menyiratkan bahwa sebenarnya seorang sarjana hendaknya memiliki rencana yang baik dalam hidupnya. Dia harus memiliki arahan kemana dan apa yang harus dilakukan ke depannya. Tetapi, kenyataannya para wisudawan dan sarjana tidak memiliki motivasi tersebut secuil pun. Hal ini yang ingin digarisbawahi olehnya.

“Saya juga ingin menegaskan kepada adik-adik kelas yang belum lulus. Jika tidak mampu dan tidak memiliki orientasi yang jelas dalam menuntut ilmu, maka sebaiknya tinggalkan saja bangku kuliah. Kemasi barang-barang dan idea-idemu. Pergi dan jangan pernah kembali. Drop out. Mulailah dengan sesuatu yang baru.”

Pernyataan di atas hendak menegaskan bahwa jika tidak ada orientasi yang jelas di dalam hidup, apalagi kuliah, mending berhenti saja. Hehe..sebenarnya agak kurang sepakat sih karena biasanya pendidikan dan bangku kuliah adalah proses. Namun saya sepakat bahwa kita harus sanggup mengambil keputusan besar, tegas, konsekuen, dan sanggup menerima segala konsekuensi dari apa yang telah kita pikirkan, lakukan, dan putuskan.

Di dalam pidato terakhirnya dia mengatakan (lagi-lagi ini sangat menohokku..huahhh), “A cap and gown will keep you down just as surely as theser security guards dragging me off this stage are keeping me dow..”

Let’s think about it..

‘di antara kepingan dan serpihan riset..’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s