Media, pornografi, dan anak (bag. 3)

sdc12077

Balik lagi ke masalah anak, yang menjadi sasaran empuk pornografi melalui berbagai media komik, majalah, koran, film, permainan, dan lagu, yang telah dikemas sedemikian rupa seolah merupakan konsumsi anak-anak, padahal sesungguhnya tidak sama sekali.

Aku jadi ingat, dalam sebuah kelas ‘Qualitative Research’, sebuah kelompok mencoba melakukan penelitian kenapa banyak orang Taiwan, terutama orang dewasa-laki-laki, suka mangkal seharian di toko persewaan komik bergambar dari Jepang atau yang terkenal dengan sebutan manga dan  menghabiskan waktu mereka dengan membaca sampai berjam-jam. Jawabnya adalah karena di dalam manga berisi gambar-gambar erotis yang dapat menarik perhatian birahi orang dewasa dan membangkitkan rasa ‘senang’.

Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi permasalahan besar tersebut? Tak ada dan tidak adalah dengan berperang melawan segala bentuk yang berbau pornografi. Secara umum, pornografi belum diatur melalui undang-undang tertulis di seluruh dunia di bawah payung hukum. Hanya hukum natural (natural law), di bawah payung moralisme dan hukum Tuhan saja, yang mengatur masalah tersebut. Selebihnya, hal tersebut diserahkan kepada setiap negara di dunia untuk mengaturnya sesuai dengan adat dan kebiasaan yang ada di tempat tersebut. Akhirnya, memang balik ke norma dan susila yang ada di setiap masyarakat, hukum tidak tertulis. Alhamdulillah, berkat perjuangan para dewan yang ada di DPR sana- yang dicetuskan pertama kali oleh Ibu Yoyoh Yusroh dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-, Indonesia memiliki payung hukum yang mengatur masalah pornografi di Indonesia.  Apalagi industri pornografi di Indonesia sudah semakin gencar dan menancapkan kukunya, terutama ditandai dengan penerbitan majalah Playboy yang ’terkenal’ tersebut. Peraturan di bawah undang-undang tidaklah cukup jika ia tidak didukung oleh segenap masyarakat, kaum pendidik dan pelajar, serta orang tua. Let’s say no to pornography!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s