The great woman

sdc12055Umurnya tidaklah muda lagi, tapi kiprah dan perjuangannya dalam mendidik anak luar biasa. Di tengah-tengah gegap gempita permasalahan rumah tangga dan anak yang banyak menimpa keluarga yang ada di Indonesia, beliau hadir bak mata air di gurun Sahara.

Elly Rusman, nama lengkapnya, dilahirkan dan dibesarkan di Aceh dan kemudian hijrah bersama suami ke kota besar, Jakarta. Beliau dilahirkan oleh seorang wanita besar yang dipanggil Sang Khalik ketika beliau belum mengerti tentang arti hidup sesungguhnya. Ya, ketika kecil, beliau harus menjadi anak yatim dan diasuh oleh bapaknya. Namun, hal itu tak berlangsung lama. Bapak beliau kemudian menikah lagi dengan wanita pilihannya, sahabat karib ibunya.

“Ibu tiri saya sangat baik dan bijak”, katanya. Sejak kecil ibu tirinya selalu mendidik dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. “Ibu saya tidak pernah memarahi kami anak-anaknya ketika melakukan kesalahan, baik ketika kami berjalan maupun beraktivitas lainnya. Sambil menerawang ke masa lalunya, dia melanjutkan, “Ibu saya selalu mempunyai sebuah buku yang mencatat setiap kenakalan anak-anaknya.” Demikian, setiap anak memiliki daftar masing-masing. “Catatan hitam”, begitu kami menyebutnya. “Ketika kami melakukan kesalahan, ibu akan mencatatnya di buku tersebut. Ibu tidak pernah menegur kami di waktu kami melakukan kesalahan tersebut. Tetapi, ketika perasaan kami senang atau sedang asyik bermain, barulah ibu akan memanggil kami satu per satu”.

“Elly”, panggilnya. Dan mulailah ibu akan membuka lembaran hitamku tersebut. Setiap ibu membuka lembaran tersebut, hatiku pasti deg-degan sambil bertanya dalam hati, “Kesalahan apalagi yang telah aku perbuat ya?” Mulailah ibu menyebut satu per satu kesalahanku dan meminta penjelasan terhadap perbuatanku tersebut. Dia pun telah siap dengan Al Quran dan Hadist yang ada di sampingnya untuk menjelaskan bahwa perbuatan yang telah aku lakukan tersebut keliru. Sembari membuka lembar hitam kami, beliau akan membacakan surah yang berhubungan dengan kesalahan yang kami perbuat. “Ibu selalu siap dengan penjelasan dan nasihat yang sempurna. Setiap butir kata yang keluar dari mulutnya adalah mutiara yang terlahir dari Al Quran atau Al Hadits”, ceritanya. Matanya mulai berkaca-kaca mengingat kebijaksanaan ibunya tersebut. Beliau dididik oleh seorang wanita besar..

Ibu Elly Rusman, pejuang wanita, yang tengah bertarung melawan kekerasan, penganiayaan, dan pencabulan terhadap anak-anak. Beliau adalah embun di pagi hari. Perjuangannya untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan menghancurkan kebatilan, terkadang dijawab dengan tantangan yang datang silih berganti. Bahkan, tak jarang ia harus berhadapan dengan kebijakan pemerintah atau aturan yang sangat bertolak belakang dengan apa yang tengah diperjuangkannya.

Banyak kasus yang terjadi di lapangan yang membuatnya harus berpikir dan bekerja keras melawan industri pornografi yang tengah beredar keras di masyarakat, baik melalui media elektronik, seperti internet, CD, DVD, telepon genggam, dan televisi, dan media non-elektronik, seperti majalah, surat kabar, lagu, dan iklan, yang tengah mengakar di masyarakat. Berjuang melawan suatu kebiasaan yang seakan menjadi kultur merupakan hal yang sangat sulit, apalagi jika tidak didukung oleh undang-undang, kecuali hukum natural yang berlaku di alam semesta.

“Indonesia menempati ranking teratas dalam kasus bunuh diri seorang anak, yakni berumur enam tahun”, urainya mengenai kasus yang terjadi terhadap anak-anak Indonesia. “Belum lagi..”, lanjutnya, “Kami menemukan kasus anak berumur empat tahun sudah maturbasi dan terbiasa menonton film porno” katanya kepada setiap hadirin yang hadir sambil terisak karena kesedihan dan kegalauan yang tengah dihadapinya.

Semua hadirin seakan terpaku dan tak bisa berkata-kata terhadap fakta dan penjelasan yang dipaparkan beliau. Ini adalah kasus nyata yang telah terjadi dan menimpa satu, sepuluh, seratus, atau mungkin ribuan anak-anak yang bermata polos yang otaknya belum sempurna terbentuk sehingga belum mampu membedakan antara yang baik dan buruk.

Masih banyak yang harus dilakukan dan diperjuangkan. Aku tahu itu tidak mudah. Jangan pernah patah arang ya Bu. Semoga apa yang ibu perjuangkan dan cita-citakan akan selalu dibantu oleh-Nya. Aku dan teman-teman akan selalu mendukungmu, insya Allah..

One thought on “The great woman

  1. bunda_nurullaila berkata:

    saya suka dgn artikel yg ibu Elly tulis, bahkan lagu2 bu elly mengispirasi saya untuk membuat lagu khusus anak2 lbh islami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s