Memahami bahasa tubuh (bag.1)

sdc11957“Man’s from Mars, while woman’s from Venus”

Demikianlah gambaran yang sering dideskripsikan mengenai perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Secara fisik, laki-laki dan perempuan memang berbeda. Perbedaan terjadi karena kodrat manusia antara laki-laki dan perempuan memang dibuat berbeda oleh Sang Maha Pencipta, Allah swt. Namun, di antara perbedaan tersebut ada satu persamaan, yakni sama-sama makhluk ciptaan-Nya yang diberi beban yang sama untuk meraih pahala, surga, dan ridha-Nya.

Ada bahasa yang harusnya dimiliki oleh baik laki-laki maupun perempuan, yaitu understanding. Bahasa pemahaman, mungkin, adalah terminologi yang dapat mengatasi perbedaan di antara keduanya karena bagaimanapun memang banyak perbedaan antara konsep alur berpikir dan bertindak di antara keduanya, dan seringkali hal ini sulit untuk diubah, walaupun dengan pembiasaan sifat seorang manusia dapat diarahkan, sekeras apapun dia.

Secara non fisik, baik laki-laki maupun perempuan dibekali oleh perasaan selain akal. Dalam perkembangannya, struktur otak antara laki-laki dan perempuan diciptakan agak berbeda oleh Allah swt karena arahan tugas yang diberikan oleh Allah berbeda di antara keduanya. Dalam terminologi masyarakat, akhirnya kita mengenal bahwa laki-laki memiliki seribu akal dan satu perasaan, sebaliknya, wanita dibekali seribu perasaan dan satu akal. Jika kita telusuri, terminologi ini terjadi karena tugas yang berbeda yang akan diemban oleh keduanya memang berbeda. Laki-laki, diberi beban untuk menjadi panglima dan pemimpin, minimal dalam suatu keluarga- walaupun terminologi pemimpin adalah diperuntukkan bagi semua makhluk, baik laki-laki maupun perempuan, minimal sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri-, sehingga secara fisik, kaum laki-laki memiliki postur tubuh yang lebih kekar dibandingkan kaum hawa. Berbeda dengan laki-laki, perempuan diberi tugas untuk hamil, melahirkan, dan menyusui anak, sehingga secara fisik, postur dan tekstur tubuh kaum wanita sangat berbeda. Oleh sebab itu, sangat wajar jika peran-peran tersebut menuntut bekerjanya otak dengan fungsi yang berbeda-beda.

*Disarikan dari pelatihan ‘Komunikasi Pasangan’ oleh Bu Elly Rusman pada acara KIBAR Gathering, 18-19 April 2009 di London. Penuturan dan gaya bahasa telah dirubah dan dikembangkan oleh penulis sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s