Pemilu dan pendidikan politik

Hiruk-pikuk pesta demokrasi lima tahunan tengah berlangsung sejak beberapa bulan lewat hingga sekarang. Pemilihan umum (pemilu) legislatif, yang akan memilih perwakilan di tingkat pusat (DPR-RI), tingkat propinsi (DPRD Provinsi), tingkat kabupaten/kota (DPRD Kabupaten/Kota), dan memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), akan dilaksanakan serentak pada tanggal 9 April di seluruh penjuru Indonesia dan juga luar negeri yang ada masyarakat Indonesianya.

Pemilu mengajarkan pendidikan yang sangat tinggi, terutama di bidang politik. Pada menjelang pemilu, para partai dan calon legislatif diperbolehkan untuk memperkenalkan visi dan misinya kepada para konstituen yang akan memilih para wakil rakyat tersebut. Berbagai atribut, slogan dan janji-janji pun diusung untuk menarik dan meyakinkan para calon pemilih agar menjatuhkan pilihan kepada mereka. Berbagai cara ditempuh, mulai dari spanduk, poster, iklan, website, blog atau bertatap muka langsung kepada para konstituen, mulai dari yang legal sampai ilegal dengan membagi-bagikan uang, mulai dari cara halus yakni kampanye damai, sampai dengan cara kekerasan yakni kampanye anarkis, intimidasi, dan pemaksaan terhadap seseorang atau banyak orang untuk memilih partai atau calon tertentu.

Pemilu juga mengajarkan kepada kita untuk bersikap legowo terhadap semua keputusan yang ada. Pemilu Amerika pada waktu pemilihan presiden waktu yang lalu adalah contoh pemilu yang paling sportif yang saya lihat. Bagaimana tidak, lawan politik Obama, John McCain yang berasal dari Partai Demokrat, yang kalah pada putaran akhir pemilihan presiden dengan berlapang dada menyatakan kekalahannya dan mengucapkan selamat atas kemenangan Barrack Hussein Obama dengan Partai Republik-nya. Pada pidato terakhirnya dia menyampaikan orasi yang menunjukkan kepribadian jiwa seorang pemimpin yang berani, “Kepada Obama, aku ucapkan selamat. Kepada para pendukungku, aku meminta maaf karena kekalahan yang kita peroleh. Walau bagaimanapun kita harus mendukung kemenangan Obama demi keberlangsungan dan kesuksesan Amerika ke depan..” demikian ucapnya.

Selain itu, pemilu juga merupakan proses demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang akan menunjukkan jati diri bangsa di pentas politik internasional. Indonesia, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tentunya akan menjadi sorotan seluruh mata dunia untuk menyelenggarakan proses demokrasi yang baik agar mitos yang selama ini melekat bahwasanya negara dengan penduduk muslim tidak mampu melaksanakan proses demokrasi dengan baik.

Ada banyak kepentingan di dalam pemilu, baik dari individu maupun golongan yang berorientasi kepada jabatan dan kekuasaan. Bagaimanapun, pemilu adalah proses pendewasaan bagi politik dan kehidupan bangsa dan negara untuk tampil baik di muka dunia. Tinggal bagaimana konstituen menyikapi semua itu dengan bijak. Pemilu adalah memilih wakil rakyat dan ini bukan pekerjaan sepele karena para wakil rakyat tersebut yang akan menentukan kebijakan dan keberlangsungan negara dan bangsa Indonesia ke depan. Tentunya, sebagai warga negara yang baik kita mampu menjatuhkan pilihan kepada para wakil rakyat yang baik pula. Satu pilihan namun ia akan menentukan jutaan nasib rakyat Indonesia ke depan. 

Pilihlah dengan hati nurani, itu yang terbaik. Pelajari visi dan misi partai dan calon yang akan kita pilih, apakah sudah sesuai dengan visi misi bangsa Indonesia yang ada? Tentunya kita tidak ingin terjebak dengan memilih para wakil rakyat yang korup dan tidak amanah terhadap jabatan yang mereka emban. Mampu bersikap objektif dan terbuka terhadap perubahan dan kemajuan merupakan sikap warga negara yang baik.

Akhirnya saya ucapkan selamat memilih kepada semua. Semoga pemilu, baik di dalam negeri maupun di luar negeri dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar. Dan semoga Indonesia ke depan menjadi lebih baik. Mari berbuat yang terbaik untuk kemajuan bangsa dan negara. Jayalah negeriku! Majulah negeriku! Harapan itu masih ada..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s