Menata yang tercecer

 

Sepertinya aku harus mengubah kebiasaan buruk yang ada selama ini. Efeknya ternyata tidak baik untuk diriku. Harusnya memang ada keseimbangan yang kubangun sehingga tidak membuat diriku hidup dalam hal ketidakteraturan. Terkadang tidak mudah untuk mengubah semua hal yang sudah melekat dalam tubuh. Butuh penyesuaian dan waktu untuk menuju ke arah sana, dan juga pengorbanan tentunya. Tadinya, aku tidak pernah melakukan hal tersebut. Tapi, karena keadaan yang sangat menuntut dan juga kondisi lingkungan yang kurang mendukung, akhirnya menjadi suatu hal yang lumrah dan bahkan dimaklumi. Hal tersebut lama-kelamaan menjadi kebiasaan yang biasa kulakukan tiap hari. Ah, seperti minum obat saja.

Aku bingung juga bagaimana harus memulainya. Dari mana ya? Agak susah sekarang untuk mengembalikannya ke posisi semula, seperti orbit bumi yang berputar pada porosnya. Setiap kali akan memulai, pasti ada saja hal-hal menggoda dan sepertinya harus. Apa itu hanya seribu alasan yang kubuat sehingga aku tidak mau memulai atawa mencari solusi terbaik. Padahal, ada kata bijak yang selalu kuingat bahwa jika orang tidak mau merubah keadaannya, maka jangan harap akan ada mukjizat yang datang menghampiri. Huhh!! Susah juga. Kalau dipikir-pikir, lama-kelamaan, otakku bisa jadi buntu juga. Jutek! No idea! Sampai keliling dunia juga dicari bakal gak ketemu karena nyarinya sih cuma di area sekitarnya doang. Kan belum mencari ke tempat yang lain??!

Mungkin, sejak sekarang sudah harus menata kembali semua yang tercecer sehingga semua agenda dan jadwal menjadi rapi kembali. Hidup menjadi teratur dan normal seperti orang-orang kebanyakan, bukan menjadi kalong yang kalau malam mencari nafkah dan jika siang bersembunyi di balik selimut atap dinding gua.

Note: membaca-baca kembali tulisan lama jadi membuatku harus evaluasi kembali. sampe sekarang pekerjaan gak beres-beres alias malas ajaa. gimana dunk biar rajin n tertata hidupnya? 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s