Hari-hari naas

Entah kesialan apa yang tengah bersinggah dalam hidupku kali ini. Kali ini, untuk yang kesekian kalinya sepedaku hilang setelah handphone Nokia kesayanganku hilang beberapa waktu yang lalu. Handphone tersebut tak sengaja tertinggal di Research Room pada suatu malam ketika aku sedang sibuk menghiasi blog-blogku dengan berbagai pernik. Aku ingat betul, handphone tersebut ku charge tepat di sebelah komputer PC yang sedang kugunakan. Namun, ketika kukembali lagi untuk mengambilnya. Ternyata, benda kesayanganku tersebut telah raib bersama chargernya.
“Actually, it’s not that expensive.. Tapi, semua nomor kolega n konco-koncoku ada di sana. Nasib..

Dan kali ini giliran sepedaku benar-benar hilang sekarang, tak tahu di mana rimbanya ia berada. Awalnya sih adikku yang bertanya, “Mbak sepedamu diparkir di mana?”
“Itu ada di sana, di barisan depan. Sudah lama tak parkir di sana”, jawabku sekenanya tanpa memperdulikan keberadaan sepedaku.
“Sepedamu gak ada di tempat”, jawabnya.
“Ah, masak?” tanyaku penasaran.
“Coba cari aja..” jawabnya sambil melengos pergi.
Sambil penasaran kucari sepedaku di antara sepeda-sepeda lainnya di parkiran sebelah selatan dormitory Sheng li 6. Ternyata adikku benar, sepedaku telah raib.
“Wah..somebody has stolen my bike..” pikirku dalam hati. Kenapa pilihannya justeru jatuh pada sepedaku yang sudah butut dan tak nice kalo diliat. Ya, memang sudah nasib sepedaku hilang. Mungkin, orang tersebut sedang butuh sepeda..

Tak mengapalah..insya Allah akan dapat ganti yang lebih baik lagi..

Note: kehilangan..belajar ikhlas..

One thought on “Hari-hari naas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s