Bakso ikan

 

Tadi pagi aku, Hesti, dan Sophea ke morning market untuk membeli sayur-mayur buat keperluan makan sehari-hari. Dari dormitory, kita berangkat jam delapan pagi. Tadinya mau berangkat pagi-pagi sekali karena biasanya morning market udah tutup menjelang tengah hari. Tapi, karena pada sleeping beauty semua akibat suka begadang semalaman jadinya agak siangan dikit nih berangkatnya. 

Dengan tampang seadanya karena belum pada mandi (hi..bauuu..), kita mulai mengayuh sepeda ke arah Dasheu lu, dekat jalan Linshen lu. Sepertinya semua pada masih mengantuk karena kayuhannya agak loyo semua ditambah lagi perut yang pada keroncongan. 
“Where is the place, Hensi?” Sophea berteriak dari belakang karena sepedaku sudah melaju kencang di depan.

“A few minutes more. Be patient la..”
“It’s really tired, Hensi. I have no strength..”
“Here is the place. We have arrived, friends. Let’s go..” 
Setelah lima belas menit perjalanan akhirnya kita sampai juga di tempat tujuan. Alhamdulillah, masih banyak penjual yang menjajakan dagangannya. Kami pun memarkir sepeda mini yang kami bawa masing-masing ke tempat parkiran terdekat dengan pasar.

“Woww. A lot of food we can buy here. But, what are we going to cook for today?” tanya Hesti.
“I want to eat bakso..” celetuk Sophea.
“Ok, let’s find out fish ball so that we can cook bakso then.”
Di pinggir-pinggir jalan terlihat banyak pedagang yang menjajakan dagangannya. 
“Xiao jie, ni yao mai shen me?” tanya seorang pedagang kepada kami.
“Yi qing wu kuai qian. Pian yi a…”

Aku teringat pasar 26 Ilir di kampung halaman tercinta. Jam segini pasti pasar tersebut sudah dipenuhi oleh para pembeli, terutama ibu-ibu untuk membeli kebutuhan mereka. Tawar-menawar tentu saja akan dilakukan. Kalau disini, para pedagang sudah memasang harga yang pasti walau kadang bisa juga ditawar, apalagi kalau bahasa Mandarin kita lancar. Mereka akan memberikan diskon. 

“Ni qi na li?” tanya seorang pedagang ketika kita membeli dagangannya.
“Wo men shi inni ren. Ta shi qian bu cai ren.” jawabku sambil menjelaskan bahwa aku dan adikku berasal dari Indonesia, sedangkan Sophea berasal dari Kambodia.
Semua tangan kita sudah penuh dengan barang belanjaan. 
“Ok, finish. We should go home now.”
“Ok. I feel hungry, too.”
“Ok, we can eat first in the park near the market.”

Semua barang belanjaan kami taruh di keranjang dan mulai mengayuh kembali. Kali ini tujuannya adalah ke dormitory sambil mampir ke taman sebentar untuk menyantap sarapan yang telah kami beli di pasar pagi.

“Girls, we can eat over there. There is a table near the place,” kataku sambil menunjuk suatu tempat yang ada taman bermainnya, persis dengan mainan di taman kanak-kanak. Ada ayunan, perosotan, jaring laba-laba, panjat tebing di tempat ini. Setiap hari libur seperti sekarang biasanya tempat seperti ini akan dipadati oleh para orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk bermain-main atau sekedar bersantai ria bersama keluarga sambil berfoto-foto.

“You know, in my county the place like this is not for public. If you wanna play something, you have to buy ticket to enter, and then you can play whatever you want. Besides, it is not secure, either to put the things like these in public place. People sometimes steal the things and sell them since they can get money by selling them. It’s a real story, you know.”
“In my country, it’s also the same.”
“Hahaha..”

Setelah kenyang dan puas bermain-main di taman, akhirnya kami pulang.
“I wanna sleep again. Just tell me if you wanna cook. But, it is better at one la..”
“Ok la..”

Suasana dormitory masih sama seperti pagi tadi. Kebanyakan mahasiswanya masih terlelap tidur karena biasanya mereka tidur sangat larut dan bangun sangat siang. Hanya beberapa orang saja yang tampak sudah memulai aktivitas mereka pagi ini.
Lampu lift telah menunjukkan angka tujuh. Sampai sudah di lantai kamarku. Semua barang belanjaan diletakkan di kamar 706, sebagai markas besar.
***
Setelah mandi dan sholat, aku mulai memasak sayuran yang telah dibeli di morning market. Menu kali ini adalah bakso ikan plus rujak. Humm..pasti enak karena sudah lama tidak makan bakso. Tak ada bakso daging, bakso ikan pun jadi.

“Sophea, let’s come to my room. Help me to cook la..” pesan-pesan tersebut kukirimkan melalui yahoo messenger. Di asrama, kita memang mendapat fasilitas akses internet gratis 24 jam. Jadi, komunikasi biasanya dilakukan lewat chatting atau telepon antar kamar.

“Deng yi xia, I want to get shower first, ” kata Sophea.
“Ok la..”

***
Bakso-bakso ikan itu terlihat sangat menggiurkan di dalam panci, terbayang mereka menari-nari di dalam mulutku.
“Hensi, is it done already? I am so hungry. You know, I even had a dream that I ate a lot of foods this morning.”
“Not yet.”
“Oh…”
***
“Sophea, we can eat it now. It is done already.”
Diambilnya tiga buah bakso di dalam panci dan segera disantapnya. Humm…This is very delicious.” 
“Eat..eat more..”
Bakso-bakso di dalam panci tersebut telah habis tak bersisa disantap tiga orang di dalam kamar tersebut. Bakso pertama di Tainan.

April 15, 2007

Note: kenangan manis di suatu hari di Kota Tainan bersama adikku Hesti dan Sophea. Bakso ikan, dimana kau kan kucari di York ya?

3 thoughts on “Bakso ikan

  1. Feri Adriyanto said…
    Koq baksonya gak ngglundung ke 209? saya mendengar ttg bakso tsb saat sdh tersisa bbrp butir saja.
    Bagaimana cara meyakinkan bahwa bakso yg kita beli tdk dicampur dg daging babi? saya pernah membeli di RT Mart, tertulisnya bakso ikan tp ternyata setelah dibeli dan sy tunjukkan ke Hesty……..eh mmg ada daging babinya. Akhirnya bakso itu jd milik P Bode hehehe.

    6:27 AM

  2. hensi said…
    hehe..maap pak..ud kburu kita lahap, ntr ya lain kali kl saya masak lagi..
    Kl saya sih biasanya nanya k tukang jualannya,”Laoban, zhege jiao zou rou ma?” yang artinya, “Pak penjual, itu dicampur babi gak?”
    Nah, biasany dia jwb, “Mei you..”
    Bismillah aja kl gitu n dibeli deh..

    4:00 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s