Belajar dari industri bisnis Taiwan: TSMC (Bag.1)

sl700237

TSMC kepanjangan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengecoran logam atau tempat pembuatan gelas/kaca.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1987 oleh Morris Chang yang sekarang menjadi presiden perusahaan terbesar di Taiwan ini. Di Taiwan sendiri, perusahaan ini mempunyai cabang perusahaan di kota Tainan, sedangkan kantor pusatnya terletak di kota Hsinchu. Dalam rentang waktu dari didirkan hingga sekarang, perusahaan ini telah berhasil duduk dalam peringkat ke delapan, setelah perusahaan Toshiba-Jepang, sebagai perusahaan semikonduktor terbesar di dunia. Hingga sekarang peringkat pertama masih dikuasai oleh raja komputer dunia, yakni Intel. Nilai keuntungan yang diperolehnya pada tahun 2007 adalah 19.8 juta US dollar dengan menguasai 48% saham dari saham-saham perusahaan semikonduktor yang berada di beberapa negara seperti Cina, Hongkong, dan Jepang.

Ada empat hal yang menjadi kunci keberhasilan perusahaan ini di dalam mengembangkan sayap bisnisnya dengan sebelas cabang kantor yang tersebar di seluruh dunia, baik Asia maupun Eropa. Yang pertama adalah integritas (integrity). Di dalam membangun bisnisnya, perusahaan ini berkomitmen untuk menjaga objektifitas, konsistensi dan perilaku. Hal ini juga terlihat dari prinsipnya yang berseberangan dengan prinsip bisnis Cina pada umumnya, yakni guanxi. Perusahaan ini mencoba untuk menghilangkan hal ini, terutama dalam merekrut para karyawannya. Yang kedua adalah komitmen (commitment). Komitmen merupakan ejawantah dari integritas yang telah dilakukan. Dalam banyak hal mereka mencoba untuk tetap mempertahankan kualitas produk, merk dan mutu dagangnya. Selanjutnya, yang ketiga adalah inovasi (innovation). Inovasi merupakan aspek penting dalam perkembangan TSMC. Perusahaan manapun di dunia sangat memerlukan rencana strategis dalam memasarkan produknya ke seluruh dunia dan juga dalam mengembangkan teknologi dan produk yang ada. Dan yang terakhir adalah hubungan dengan pelanggan (customer partnership). Sudah menjadi prinsip di dalam mengembangkan perusahaannya bahwa perusahaan ini tak hanya merupakan perusahaan manufaktur, melainkan juga sebagai perusahaan pelayanan. Mereka mencoba untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggannya dengan membangun rasa percaya (trust) terhadap mereka.

bersambung..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s