The smartest guys in the room

Masih terkait dengan tulisanku sebelumnya tentang ‘Harta, tahta, dan wanita’, tulisan ini pun akan menganalisa sedikit tentang kasus yang terjadi di sebuah perusahaan yang sangat terkenal di dunia, yaitu Enron yang tiba-tiba mengejutkan dunia karena perusahaan ini mengalami kebankrutan yang luar biasa sehingga harus gulung tikar.

The smartest guy in the room adalah judul sebuah film box office dengan direkturnya adalah Alex Gibney. Film ini berisi tentang kisah dan analisa kasus yang menimpa perusahaan minyak terbesar di Amerika Serikat, yaitu Enron. Film ini ditampilkan di dalam kelas Organizational Behavior oleh seorang profesorku karena pada waktu itu kita akan menganalisa sebuah perilaku manusia, yang dalam hal ini dicontohkan dengan kasus yang telah terjadi pada Enron.

Enron merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi yang terbesar di dunia. Perusahaan ini didirikan pada bulan Juli 1985 dengan menggabungkan dua perusahaan besar, yakni Houston Natural Gas and InterNorth of Omaha, Nebraska pada waktu itu. Sebagai perusahaan pemasok energi terbesar dan penyedia pipa gas di kawasan Eropa, Enron meraih keuntungan yang sangat besar. Sebut saja, pada tahun 2000 perusahaan ini telah mampu mencapai keuntungan sebesar US$ 101 milyar. Keuntungan yang luar biasa yang bisa diperoleh perusahaan dalam jangka waktu lima tahun sejak bergabungnya dua perusahaan besar Houston dan InterNorth.

Kasus yang terjadi pada Enron lebih merupakan masalah finansial yang terjadi di dalam perusahaan. Tepatnya pada tanggal 2 Desember 2001, semua karyawan pada perusahaan dikejutkan oleh berita di televisi bahwa perusahaan ini mengalami kebankrutan. Dan setiap dari mereka pun yang berada di kantor harus segera meninggalkan ruangannya masing-masing. Semua dalam keadaan shok berat karena tidak menduga akan terjadi hal tersebut. Mereka pun kehilangan semuanya, baik uang, pekerjaan maupun harga diri. Bankrutnya perusahaan tersebut karena terjadinya korupsi besar-besaran yang dilakukan oleh para pejabat Enron sendiri (baca: CEO). Para karyawan yang telah menanam saham pada perusahaan tersebut pun harus kehilangan sejumlah uang yang tidak sedikit akibat kasus ini. Tidak hanya masalah korupsi yang terjadi di dalam perusahaan ini, moral para pejabatnya pun digambarkan sangat rendah. Mereka lebih suka menghamburkan uangnya di tempat judi dan bermain dengan wanita sehingga akhirnya menyeret mereka untuk melakukan korupsi di perusahaan tersebut.

Kasus di atas menunjukkan betapa bobroknya moral para petinggi yang ada di Enron sendiri. Perilaku mereka di atas mengakibatkan kerugian yang sangat besar, tidak hanya bagi perusahaan, karyawan tetapi juga bagi diri mereka sendiri dan juga keluarganya. Kasus tersebut menyeret para petingginya ke pengadilan dan mereka harus membayar mahal terhadap hal tersebut. Reputasi dan harga diri pun melayang bersama perbuatan yang telah mereka lakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s