Harta, tahta, dan wanita

Baru-baru ini, Indonesia gempar dengan kasus yang menimpa salah seorang politisi dewan pemerintahan yang terjerat dengan kasus suap. Hal yang menarik lagi adalah dalam penggebrekan kasus tersebut di sebuah hotel berbintang di Jakarta, selain sejumlah uang yang tidak kecil nilainya, ditemukan juga seorang wanita muda nan cantik bersamanya. Entah apakah dia bagian dari gratifikasi yang akan diberikan kepada pejabat negara tersebut ataukah apa. Namun yang jelas kasus ini menambah deretan angka-angka kebobrokan para anggota dewan yang terhormat yang seharusnya memperjuangkan aspirasi rakyat karena memang dipilih oleh rakyat sendiri sebelumnya.

Ada tiga hal yang terkadang membuat orang lupa diri di dunia ini, yakni harta, tahta, dan wanita. Ketiga hal tersebut menjadi kunci utama dalam banyak kasus yang menimpa para pejabat negara, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain. Harta atau kekayaan bisa membuat orang terlena. Akibat tuntutan hidup yang semakin banyak dan mahal, maka orang cenderung mencari harta yang sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semakin kaya seseorang maka kebutuhan hidupnya pun semakin banyak. Maka, hal yang bisa kita dengar dan saksikan adalah kasus korupsi dan suap-menyuap. Tujuannya tak lain adalah untuk mencari harta sebanyak-banyaknya.

Kedudukan juga merupakan prestise bagi seseorang sehingga banyak orang yang berebut untuk memperoleh jatah ‘kursi’ panas tersebut. Ada yang kemudian menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan suatu kedudukan, sehingga ‘sikut-menyikut’ pun terjadi, seperti melakukan praktek suap demi melancarkan jalannya menuju kursi tersebut atau juga black market terhadap lawan politiknya. Kompetisi tidak sehat dalam mempertarungkan suatu kedudukan kerap terjadi.

Selain itu, faktor lainnya adalah wanita. Dari dulu hingga sekarang wanita memiliki peran di dalam perpolitikan. Peran ini menjadikan wanita rendah kedudukannya karena fungsinya hanya dijadikan sebagai faktor pelengkap saja. Banyak kasus yang terjadi di dunia yang mengakibatkan jatuhnya wibawa seorang politisi atau pejabat negara disebabkan faktor ini. Skandal wanita ini tentu saja berdampak pada kinerja dan kedudukan mereka sebagai orang penting negara. Sebut saja misalnya Max Mosley, seorang President FIA yang terjebak dengan lima pekerja seks komersial atau Bill Clinton yang diduga ada main mata dengan Monica Lewinsky. Ada juga kasus yang baru-baru ini menimpa seorang menteri kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Chua Soi Lek, yang terlibal skandal seks dengan seorang wanita di sebuah hotel. Semua kasus tersebut berakhir dengan hilangnya, bahkan hancurnya reputasi mereka di mata rakyat dan dunia.

Wallahu a’alam..

One thought on “Harta, tahta, dan wanita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s