Jumat siang kemarin aku mengikuti salah satu kuliah umum yang diadakan di kampusku. Pembicaranya adalah Dr. Paul A. London, yang berasal dari Amerika dan merupakan pengarang buku ‘Competition Solution‘.

TSMC kepanjangan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengecoran logam atau tempat pembuatan gelas/kaca.
Bagian ini adalah kelanjutan dari inspirasi kedua terkait dengan pentingnya menangani atau memperlakukan orang lain dengan baik.
Inspirasi bisnis dari Tao Zhu-gong (Bag. 3)
Prinsip yang kedua adalah hendaknya kita memiliki kemampuan dalam menangani orang lain. Maksudnya adalah bagaimana kita memperlakukan orang lain dan menghormatinya sehingga kita dapat meningkatkan penerimaan orang lain terhadap kita, dan tentunya akan meningkatkan bisnis yang kita kelola. Seni dalam menangani orang lain di dalam bisnis terkait dengan beberap aspek. Aspek pertama adalah pelanggan (customer). Di dalam bisnis, pelayanan prima adalah hal yang sangat diutamakan karena sangat berhubungan erat dengan kepuasan pelanggan. Loyalitas pelanggan terhadap produk tertentu bisa jadi bermula dari kepuasan terhadap pelayanan yang telah diperolehnya.
Di dalam bukunya, dia menceritakan bahwa ada dua belas prinsip yang harus diperhatikan di dalam melakukan bisnis.
Kebetulan sore itu aku lagi penat. Iseng-iseng jalan-jalan dan mampir ke toko buku loak yang terletak di depan kampusku- Kuang Fu Campus- tepat di sebelah Seven-Eleven, sebuah mini market kecil yang merupakan bisnis retail raksasa dari Amerika yang menjual makanan dan minuman dan selalu buka 24 jam tiap harinya.
Masih terkait dengan tulisanku sebelumnya tentang ‘Harta, tahta, dan wanita’, tulisan ini pun akan menganalisa sedikit tentang kasus yang terjadi di sebuah perusahaan yang sangat terkenal di dunia, yaitu Enron yang tiba-tiba mengejutkan dunia karena perusahaan ini mengalami kebankrutan yang luar biasa sehingga harus gulung tikar.
Dalam menjalankan bisnisnya, setiap perusahaan perlu memperhatikan permintaan dari perkembangan marketing, keberadaan organisasi dengan kompetitor, permintaan inventori pada dekade berikutnya, instruksi-instruksi departemen R&D menurut situasi dan permintaan di masa datang, dan lain-lain untuk mencapai tujuan-tujuan bisnis dan permintaan pasar. Untuk mendukung kinerjanya, perusahaan memerlukan informasi berdasarkan perilaku pembeli, strategi kompetitor, SWOT organisasi dan status finansial, dan lain sebagainya. Dalam konteks strategi bisnis, hal tersebut menjadi berharga untuk menciptakan inovasi dalam organisasi karena perekonomian sekarang ini meningkat seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan informasi yang ada.
Setiap perusahaan pasti membutuhkan pengetahuan untuk menjalankan bisnisnya dan bersaing secara sehat dengan perusahaan lainnya di dunia. Pengetahuan merupakan segala bentuk informasi yang dimiliki oleh seseorang. Ibaratnya selembar peta, pengetahuan akan memberikan informasi mengenai suatu tempat dan arah bagi berlayarnya sebuah kapal di tengah samudera. Begitu juga dengan perusahaan, dengan pengetahuan perusahaan dapat menentukan target market yang hendak diraih serta bagaimana mengaplikasikan berbagai strategi bagi berkembangnya perusahaan, sehingga perusahaan mendapatkan keuntungan yang layak dari bisnis yang dijalankannya. Berbagai informasi ini kemudian digunakan oleh perusahaan untuk membantu kinerja mereka sehingga menjadi efisien. Implikasinya adalah perusahaan tersebut dapat meningkatkan kinerjanya dan meraih keuntungan dalam kompetisi global.