Tak ada yang istimewa. Lahir di dunia dengan nama Hensi Margaretta. Konon pada waktu ibuku hamil, kondisi perpolitikan dunia lagi hangat dengan beberapa pemimpin wanita. Sebutlah namanya seperti Imelda Marcos dari Philipina, Margaret Tatcher dari Inggris, Aung San Su Kyi dari Myanmar, dan Benazir Bhutto dari Pakistan. Karena terilhami oleh wanita-wanita perkasa itu maka akhirnya pilihan itu jatuh pada sosok Margaret Tatcher. Imelda Marcos pun mengilhami adik ipar ibu yang kebetulan hamil juga dan melahirkan satu bulan sebelumku. Jadilah nama sepupuku itu Imelda dan aku sendiri diberi nama Margaretta di belakang nama Hensi.
Sejak kecil menyukai tantangan karena orang tua memang tidak membatasi diri untuk bergaul dengan lingkungan sekitar. Menjawab tantangan bagai menjawab teka-teki silang yang bisa jadi terjawab benar dan bisa jadi salah jika taktiknya pun salah.
Ketika menginjak dewasa tantangan demi tantangan hadir di hadapan. Sungai Musi menjadi saksi hidup akan tantangan itu. Selat Sunda dan Pulau Jawa harus dihadapi. Selama delapan tahun pula aku bergulat dalam belantara pengembaraan di kota orang. Banyak hal yang berbeda kutemukan. Ada beragam manusia di belahan kota lain, ternyata. Namun, ternyata aku begitu menikmatinya dan tanpa terasa hingga hampir lupa kampung sebenarnya.
Ibaratnya sebuah batang pohon kelapa yang menjulang. Semakin tinggi pohonnya, maka semakin kencang pula angin yang bertiup. Begitu juga dengan hidupku. Tantangan yang harus kuhadapi semakin besar dan berat. Kali ini bukan lagi selat dan pulau harus kujelajahi, namun perbatasan antar negara harus kulewati. Negeri Formosa yang konon dikelilingi taifun (tengah-tengahnya pulau-pulau kecil), pun menjadi jejakku. Bak seorang back-packer yang lagi menyusuri tempat satu ke tempat lain, ku nikmati setiap perjalanan hidupku.
Kampus yang paling abadi adalah hidup dan kehidupan itu sendiri. Di sana aku belajar tentang segala sesuatu, mulai dari hal yang kecil, bersifat pribadi sampai hal yang besar dan tak pribadi lagi.
Perjalanan kan terus kulanjutkan sampai kutemukan sesuatu yang abadi itu..
Assalamu ‘alaikum
Salam kenal dari north section of Taiwan
wa’alaikumsalam,
lam kenal juga dariku. makasih ya Iin udah mo mampir ke tempatku di bag South of Taiwan..
Assalamu’alaikum…
Salam kenal Bu…
Sy sering baca website ibu di http://www.multiply.wordpress.com
Soalnya sering menghayal&berharap bisa S2 disana.. hehehe.. amiin…
Salam hangat dari Yogya…
wa’alaikumussalam..
salam kenal juga ario..
silahkan berkunjung di rumah sederhana saya..mg bisa menambah ilmu dan informasi..
gdluk ya..
oooh… di sini toh mbak Hensi rupanya…
btw, sayap2 cinta-nya nggak dilanjutin?
bikin extended version gitu…
hehe..met datang dzaia..silahkan dinikmati sajian yg ada..:-D
humm..sayap2 cinta jilid 2? boleh juga tuh..
ada ide? ntr saya tuangkan dlm bentuk tulisan2..
Alhamdulillah….Hensi apa kabar? Wah, lama tak berjumpa ya. Di mana sekarang? Udah PhD ya? Sukses!
baik..baik..alhamdulillah..long time no c ya..aku bl kelar phd nya..still long time to go..
assalamu’alaikum wr wb
selamat hensi sudah phD ya……….lanjutkan perjuangan…..eh petualangan……..sukses selalu dech buat hensi….yg kreatif…..
wassalam
wa alaikumussalam..
trims u doany..
i guess i know u..)