Seorang temanku pernah berujar, “Wanita itu adalah orang yang paling merugi jika dia menikah karena dia akan mengalami banyak penderitaan. Jika tidak karena mengharapkan pahala dan surganya, mungkin, kebanyakan wanita memilih untuk tidak menikah..”. Subhanallah..
*** (lagi…)
“Man’s from Mars, while woman’s from Venus”
Umurnya tidaklah muda lagi, tapi kiprah dan perjuangannya dalam mendidik anak luar biasa. Di tengah-tengah gegap gempita permasalahan rumah tangga dan anak yang banyak menimpa keluarga yang ada di Indonesia, beliau hadir bak mata air di gurun Sahara.

Tanggal 17 April yang lalu adalah hari ulang tahun keponakanku, Safa. Tahun lalu umurnya baru dua tahun dan sekarang sudah genap tiga tahun. Anaknya cantik, lucu cerdas, dan kadang menggemaskan. Umur dua tahun sudah lincah berlari ke sana ke mari, bahkan memanjat tangga di rumahku, membuat ibuku, ibunya, dan kami semua khawatir sangat. Makanya tak heran kalau pagar di rumah tidak pernah tidak dikunci dan tangga di rumah selalu dijaga agar dia tidak naik atau turun sendiri.
Jika pergi berkunjung ke sebuah universitas atau kantor-kantor dengan gedung bertingkat di Inggris maka akan kita jumpai banyak pintu untuk menuju ke suatu ruangan. Hampir di setiap koridor yang memisahkan satu ruangan dengan ruangan lain atau divisi satu dengan divisi yang lain atau lantai satu dengan lantai lain, kita akan menemui sebuah pintu sebagai penghubungnya. Bahkan, jalan menuju tangga pun disekat dengan pintu.
Berdasarkan hasil perhitungan surat suara di TPS KBRI London, Partai Demokrat memperoleh suara terbanyak (65 suara), disusul Partai Keadilan Sejahtera (20 suara), Partai Golkar (16 suara) serta PDIP dan PAN (9 suara).
Pemilu di Inggris saya katakan kacau dan kurang profesional. Mengapa? Pertama, data pemilih yang ada tidak akurat. Hal ini ditandai oleh banyaknya keluhan dari warga UK bahwa mereka belum menerima surat suara sampai dengan hari H pencontrengan (9 April). Padahal mereka telah mendaftarkan namanya sebelumnya, bahkan sudah mengkonfirm kembali kepada panitia pemilu (panpel). (lagi…)
Tanggal 9 April minggu lalu adalah hari yang cukup penting (bagiku) karena hari tersebut akan menentukan masa depan Indonesia ke depan. Setiap warga negara Indonesia, baik yang berdomisili di dalam maupun di luar negeri, berhak untuk mencoblos eh mencontreng para wakilnya sebagai calon legislatif di DPR.
Ternyata di KIBAR Gathering yang akan diadakan akhir pekan ini ada acara bazarnya juga. Namanya KABAR alias KIBAR Bazar. Ini adalah momen yang tepat untuk mencicipi masakan tanah air hasil olahan para ibu yang ada di UK dan Irlandia.