see the world with mind and heart..

Memahami bahasa tubuh (bag. 3) | April 23, 2009

Hal yang kedua menurut beliau adalah touch atau sentuhan. Sentuhan adalah ungkapan atau ekspresi kasih sayang seseorang terhadap orang lain. Bahasa ’sentuhan’ pula yang akhirnya mengilhami para ahli teknologi untuk menciptakan produk ’sentuhan’ yang hasil akhirnya dapat kita nikmati bersama, seperti touch screen, iPod touch, touch camera, dan touch handphone. 

Lewat sentuhan pula, seseorang dapat terkurangin amarah atau beban perasaannya. “Sebenarnya, ketika wanita marah atau muncul sifat ‘ego’nya, satu hal yang ingin diberikan padanya, yaitu pelukan”, kata temanku suatu hari. Mungkin benar pendapatnya, karena sebenarnya wanita itu mudah luruh perasaannya. Sentuhan adalah termasuk bahasa kalbu untuk mengakspresiasi seseorang atau mengungkapkan rasa cinta atau sayang kepada suami atau isteri. Ketika hati bicara, maka bahasanya pun harus dari hati ke hati. Betul tidak?

Jadi teringat kisah Umar al-Khattab radiallahu anhu. Suatu hari datanglah seorang sahabat yang hendak berkunjung ke rumah beliau mengadukan perihal nasibnya yang mendapat perlakuan tak enak dari isterinya karena perangainya. Belum sempat beliau mengetuk pintu, sahabat tersebut sayup-sayup mendengar Umar dimarahi oleh sang isteri. Tidak terdengar sedikit pun Umar suara Umar menjawab isterinya tersebut. Mendengar hal tersebut, urunglah ia hendak mengadukan akhlak isterinya kepada Umar dan memilih untuk pulang. Sebelum melangkah jauh, Umar menyadari hal tersebut dan memanggilnya dan bertanya mengenai keperluannya. Sahabat tersebut pun menjelaskan maksud kedatangannya yang hendak mengadukan masalahnya. Namun ia urungkan karena mendengar perlakuan yang sama dari isterinya kepada Umar. 

Umar pun lantas menjawab, “Wahai sahabatku, aku menahan diri karena ia telah menunaikan beberapa hal yang sebenarnya menjadi kewajibanku. Ia telah memasak, mencuci pakaian, dan mengurus anak-anakku. Padahal itu bukanlah kewajibannya..”

Dari kisah tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa memahami situasi dan kondisi adalah kunci utama dalam kesuksesan berkomunikasi, terutama di dalam lingkup rumah tangga, antara isteri dan suami.


Ditulis dalam Lain-lain

Belum Ada Tanggapan »

Ada yang ingin disampaikan? RSS Komentar URI Lacak Balik