see the world with mind and heart..

Traktiran ala Taiwan | Maret 24, 2009

 

Sore itu seperti biasa aku berada di Research Room untuk suatu keperluan. Biasanya tempat ini menjadi tempat favoritku untuk berpikir, merenung atau sekedar bersosialisasi dengan teman-teman satu kuliah karena biasanya ruangan ini akan menjadi tempat bagi mahasiswaIIM untuk berkumpul, entah diskusi kelompok, membaca jurnal, membuat tugas, makan, chatting, bahkan tidur..:-D.

Tiba-tiba Tiffany (asisten kantor IIM) masuk ke ruangan dan menghampiriku dan Tetaw (anak Filipin) yang berada tepat di sampingku. Dia lantas menceritakan rencanya untuk mengajak beberapa mahasiswa IMBA yang part time di kantor untuk makan malam bareng di suatu restauran yang ada di Tainan. Karena memang kebetulan lagi puasa dan memang aku berencana untuk mencari makan di luar, akhirnya aku pun mengiyakan ajakannya. Pikirku, lumayanlah bisa makan gratis malam ini. Maklumlah gajiku hasil dari part time menjadi salah satu asisten dosen di suatu mata kuliah belum kuterima (dua bulan je..hiks..) hingga sekarang. Padahal, uang yang ada di tabungan sudah sangat menipis, bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi beberapa kebutuhan hingga akhir bulan ini. Semoga aja segara turun tuh gaji n ada rejeki yang datangnya dari banyak arah..amin..

Ada sekitar delapan orang mahasiswa IMBA yang ikut serta. Jadi sembilan orang yang akan dinner bareng malam ini (Ai Ling, Tetaw, Jason, Christine, Michael, Ananya, Pablo, Anton, aku sendiri, dan Tiffany). Aku memang jarang ikut dinner bersama teman-teman karena setiap kali mereka mengajak, waktunya tidak tepat (alasan hehe..). Biasanya aku selalu ikut manakala ada tamu dari Indonesia yang berkunjung ke kantor atau acara resmi lainnya.

Aku sudah bilang ke Tiffany waktu itu bahwa aku tidak makan zhou rou karena aku muslim. Dia pun mengerti karena sewaktu di Australia, sahabatnya adalah orang Indonesia, tetapi Indonesia keturunan Cina. Kalau mereka pergi ke suatu tempat, biasanya selalu bareng dengan anak-anak Indonesia lainnya yang kebanyakan muslim. Jadi dia sudah mengerti tentang hal ini. Maklumlah disini semua orang suka makan babi dan hampir semua restauran menyediakan babi di setiap masakannya. Jadi, setiap pergi ke restauran atau warung makan, kita harus hati-hati dan bertanya apakah makanannya memiliki campuran babi atau tidak. Jika kita tidak bertanya terlebih dahulu, maka bisa jadi kita akan salah makan. Banyak pengalaman yang sudah terjadi terhadap beberapa teman dan saya sendiri karena kekuranghati-hatian dan kekurangtelitian kami dalam hal ini.

Restauran tersebut terletak di pojok jalan, tikungan jalannya selalu kulewati kalau ingin ke RT-Mart. Restauran ini juga pernah diceritakan oleh Hesti padaku bahwa ia pernah ditraktir salah satu muridnya ketika dia mengajar Bahasa Indonesia kepada beberapa orang Taiwan yang hendak berinvestasi ke Indonesia tahun lalu (aku pun terlibat dalam hal ini).

Aku, Cristine, Ananya, dan Ai Ling ikut serta dalam mobil Tiffany, sementara teman-teman yang lain naik scooter untuk menuju tempat ini. Setelah sampai kami pun memilih tempat duduk yang sesuai agar semua orang bisa duduk dalam satu meja. Beberapa teman telah duduk dengan manis di depan meja. Jason membawa teman sekamarnya yang berasal dari Costarica, sebuah negara kecil yang berada di Benua Amerika. Tiffany yang jago bahasa Mandarin (karena memang orang Taiwan asli) memilihkan menu yang ada. Tentunya, dia tidak akan memilih menu babi untukku, pikirku. Seperti biasa, makan malam bersama anak-anak internasional pasti ada acara campaign bareng alias minum-minum. Cuma ada dua pilihan pada waktu itu, beer dan coke. Dua pilihan yang sama-sama tidak aku sukai. Dengan banyak pertimbangan, akhirnya aku memilih untuk tidak minum segelas air pun. Padahal aku dalam keadaan belum berbuka puasa dan meneguk segelas air pun pada waktu itu.

Satu per satu makanan datang. Makanan pertama adalah makanan pembuka. Makanan pembukanya adalah sea-weed yang diberi cabe yang ditumbuk kasar (kayak sambel jadinya) plus sambal terong ungu (ini kayak makanan Indonesia), tetapi rasanya tak sepedas masakan Indonesia. Makanan selanjutnya nasi goreng. Aku diberi kesempatan terlebih dahulu untuk mengambil nasi gorengnya. Tiffany bilang, “Gak ada babinya. Itu nasi goreng sea-food”. “Well, pikirku, aku bisa memakannya..”.

Tapi, ternyata dugaanku salah. Di dalam makanan tersebut terdapat campuran babinya. Tentu saja seketika kuhentikan aksiku. Untung saja makanan tersebut belum kumakan dan hanya kutaruh dalam mangkuk kecilku. Alhamdulillah..belum kumakan..

Makanan demi makanan hadir. Sebagian besar memang tak bisa kumakan karena aku memilih halal food. So, segala macam makanan yang tak disembelih dengan cara Islam tak akan kumakan, demikian komitmenku. Aku berpikir soale masih banyak alternatif makanan pengganti lainnya yang bisa kumakan sehingga tidak kelaparan.

Semua temanku makan dengan lahap. Makan malam kali ini memang ramai. Sesekali ada yang bercanda atau bercerita tentang sesuatu. Tetapi, banyak ghibahnya juga.. Semua anak, kecuali diriku, minum bir yang memang dipesan sedari tadi. Jadi, sambil makan, cerita, sepertinya mereka agak mabuk. Cerita pun kadang ngalor-ngidul. Tiffany malah cerita tentang pacarnya dulu pas di Australia n kisah putusnya. Setiap cerita maka anak-anak menambahkan bir ke dalam gelasnya..Aduhh..

Tiba-tiba dari arah pintu masuk datang PJ. Wah, tambah ramai makan malam itu dengan anak-anak Philipino (begitu kami biasa menjuluki mereka). PJ pun langsung disuguhi segelas bir dan sepiring nasi goreng. Setiap ketemu PJ pasti dia selalu berteriak, “Hensiiii..” Gak ada maksud apa-apa, emang karena suka memanggil baik aku maupun adikku dengan gayanya yang khas itu.

Makanan yang dipesan agak banyak rupanya, tetapi aku hanya bisa memakan beberapa makanan saja, sea food dan buah-buahan. Acara makan malam ini pun berakhir dengan foto bersama. Tepat pukul 9.30 waktu Taiwan. Tiffany pun beranjak ke tempat kasir untuk mengetahui total harga yang sudah kami makan. Wowww, cukup mahal, 3980 NT. Jauh dari prediksiku sebelumnya, ternyata kita bantingan..hehe..maksudnya semua yang hadir wajib membayar.. Olala..

Note: suatu hari bersama teman-teman IMBA..mz u all guyz..

Ditulis dalam Lain-lain, NCKU

Belum Ada Tanggapan »

Ada yang ingin disampaikan? RSS Komentar URI Lacak Balik