see the world with mind and heart..

Semua kembali ke hadirat-Nya | Maret 24, 2009

 

Hari ini sepertinya aku harus banyak-banyak bersyukur dan menghisab diri..
Tahun lalu, tepat beberapa hari setelah keberangkatan ke Taiwan, aku mendapat kabar om-ku- (Om Tutan) anak bungsu dari sebelas bersaudara, adik ibu- meninggal dunia karena kecelakaan. Tak lama dari itu aku pun mendapat kabar, Pak Hasan (kakak ipar bapakku) meninggal juga karena sakit. Kemudian kira-kira satu setengah bulan yang lalu, aku mendapat kabar bahwa adik bungsu kakekku (Nek Ra) meninggal dunia karena sakit dan memang usianya yang sudah tua.
Minggu kemarin, aku pun mendapat ‘buzz’ dari seorang teman yang mengabarkan kalau ibunya temanku meninggal dunia karena infeksi sehabis operasi usus buntu. Dan malam ini setelah mendapatkan banyak firasat buruk selama beberapa hari dan juga pikiran yang slalu kebayang rumah yang membuatku akhirnya aku dan adikku memutuskan untuk menelpon rumah, aku mendapat kabar om-ku (Wak Yan) meninggal dunia kemarin pagi di pelukan nenekku, ibuku dan tanteku.

Mereka semua adalah orang-orang yang sangat kucintai dan kutemui pada saat liburan summer kemarin. Entah karena firasat yang sangat kuat waktu itu, aku memaksakan diri dan meminta izin kedua orang tuaku untuk ’sowan’ ke tempat nenek yang wilayahnya cukup jauh dari tempat tinggalku, kira-kira tujuh jam dari Palembang. Mungkin itu adalah saat-saat terbaik untuk melihat dan bercengkerama dengan mereka. Kukunjungi satu per satu mereka sambil menjabat dan memeluk erat mereka. Kuabadikan momen tersebut dengan berfoto bareng dengannya sambil berkata, “Untuk kenang-kenangan ya..” Masih terbayang saat-saat terakhir bersama mereka dan juga ketika melepas kepergianku setelah satu minggu lamanya berlibur ke sana.

Mungkin, sepenggal episod tersebut bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Diambilnya satu per satu orang yang kita sayangi dan kita hanya pasrah, ikhlas melepaskan kepergian mereka sembari berdoa semoga mereka semua diberi tempat yang terbaik di sisi-Nya..

Kepada rekan-rekan, sudilah kiranya memanjatkan doa untuk keluarga kami yang telah berpulang ke hadirat-Nya. .
terima kasih banyak..

hensi
‘yg sedang berduka..’

Note: jikalau orang-orang yang kita cintai pergi satu per satu dan tak kembali rasanya pasti sedih sekali, bukan?

Ditulis dalam Uncategorized

Belum Ada Tanggapan »

Ada yang ingin disampaikan? RSS Komentar URI Lacak Balik