see the world with mind and heart..

Belajar sejarah lewat museum | Mei 09th 2008

Kebetulan kemarin ada program plant tour ke beberapa perusahaan yang ada di Tainan dari kampusku. Agenda yang terakhir adalah mengunjungi salah satu museum yang ada di Tainan. Menariknya, museum ini berada perusahaan di bawah pengelolaan dan pemeliharaan salah satu perusahaan manufaktur penghasil lembar akrilik (acrylic sheet manufacturer) pertama di Taiwan, yaitu Chi-Mei. Mungkin hal yang sangat jarang dilakukan oleh perusahaan besar, apalagi di Indonesia.

Meskipun tidak banyak peninggalan sejarah yang ada di Taiwan sendiri, namun perhatian rakyat dan pemerintahnya terhadap peninggalan, budaya dan nilai sejarah sangatlah tinggi. Buktinya adalah museum di Taiwan terlihat sangat rapi dan tertata. Selain itu, pengunjung pun sangat banyak tiap harinya karena biasanya ada program mengunjungi salah satu museum yang ada di Taiwan di tiap sekolah sebagai salah satu program belajar sejarah. Keren bukan?

Museum Chi-Mei sendiri didirikan pada tahun 1990 dan mengalami pembenahan di tahun 2000 karena adanya semakin bertambahnya pengunjung yang datang ke museum ini. Pendirian museum ini merupakan ide untuk menggabungkan antara ilmu pengetahuan yang terus berkembang dengan nilai seni yang ada di masyarakat. Museum ini berlokasi di Tainan Science-Based Industrial Park, yaitu salah satu sentra industri terbesar di Taiwan. Sebenarnya, tidak banyak yang bisa dilihat di dalam museum ini. Jumlah barangnya pun tidaklah banyak dan beragam, seperti yang pernah kulihat di Taiwan. Tetapi, karena terlihat dan tertata rapi, maka museum ini membuat nuansa tersendiri bagi yang datang berkunjung. Databasenya pun jelas, terlihat dari website dan keterangan di tiap etalase barang-barang sejarah yang ada di dalam museum sendiri. Tidak ada penjaga khusus yang berada di dalam museum, namun akan selalu ada petugas yang menemani dan memberikan penjelasan terhadap barang-barang sejarah yang ada di museum itu sendiri. Uniknya disini. Museum tak perlu ditunggu tiap harinya, namun jika ada yang datang harus selalu siap untuk memberikan pelayanan primanya.

Indonesia, sebagai negara yang sangat banyak memiliki peninggalan, budaya dan nilai sejarah mestinya mampu menghargai hal tersebut. Sudah saatnya sekarang pemerintah dan juga setiap orang untuk peduli di dalam melakukan pemeliharaan dan juga perawatan nilai-nilai otentik sejarah tersebut. Sejarah memang untuk dikenang, namun kita dapat belajar banyak dari sejarah itu sendiri. Kita dapat melihat perbedaan ruang dan waktu yang ada dari sejarah yang ada. Perkembangan ilmu pengetahuan dan juga kebiasaan masyarakat dapat kita ketahui dari peninggalan-peninggalan sejarah tersebut. Jika tidak ada yang turut peduli dengan hal ini, maka lambat laun orang akan lupa, bahkan tidak pernah mengingat sebersit pun perjuangan para pahlawan di masa lampau.


Posted in Lain-lain, Social

Tags:

1 Komentar »

  1. Bicara tentang sejarah…bagaimana menurutmu tentang gelar “Guru Bangsa” untuk seorang Soeharto, sis? Menarik…apalagi mendekati 2009 :) .
    Kalo ada waktu…mampir ke : http://yennioctarina.wordpress.com/2008/12/09/soeharto-sang-guru-bangsa-diskusi-para-sahabat

    Disana kita sedang diskusi seru ttentang Sang Guru Bangsa. Btw, ada Saherman disana….ingat Saherman kan? Temen kita di JS dulu…

    Kutunggu di sana ya…

    Komentar oleh Yenni — Desember 10, 2008 @ 3:29 AM


Ada yang ingin disampaikan?RSS Komentar URI Lacak Balik

    Tanggalan

    Mei 2008
    S S R K J S M
    « Apr   Jun »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031