Dalam suatu kelas, seorang profesorku bertanya pada semua yang hadir, “Apakah kalian memiliki tanggung jawab terhadap orang lain?”
Seorang temanku yang berasal dari Kanada spontas mengangkat tangannya dan menjawab, “I do have my own obligations. I don’t have any obligations to others since I just responsible for myself”.
Hal di atas sekelumit contoh yang terjadi di dalam realita kehidupan. Ada banyak orang yang mengaku tidak memiliki tanggung jawab terhadap orang lain. Secara pribadi, memang seseorang tidak memiliki tanggung jawab terhadap orang lain karena apa yang dilakukan oleh seseorang merupakan representasi dari kehidupan pribadinya. Terlalu privasi kalau kita ingin mengganggu hak hidup orang lain di dunia ini. Tetapi, secara sosial, kita memiliki tanggung jawab moral terhadap orang lain. Bagaimana menjadikan orang lain setidak-tidaknya baik secara umum dalam logika kita, dalam artian sikap dan perbuatan orang tersebut tidak merugikan kepentingan orang banyak. Sensitifitas atau kepekaan seseorang terhadap lingkungan merupakan hal yang sangat penting. Bayangkan saja bilamana rasa sensitifitas ini hilang maka kita tidak akan pernah merasa peduli terhadap lingkungan sekitar kita. Tidak ada rasa bersalah jika teman atau tetangga kita berbuat jahat atau merugikan kepentingan umum. Misalnya saja suatu hari tetangga kita berteriak meminta tolong karena ada pencuri yang masuk ke dalam rumahnya. Ketika kita mendengar hal tersebut bisa terjadi dua hal. Yang pertama, jika kita tidak memiliki rasa kepedulian sosial maka kita akan membiarkannya berteriak sampai semua hartanya terkuras habis atau bahkan nyawanya tidak tertolong. Sikap kedua, jika kita memiliki rasa kepedulian terhadap orang lain maka kita segera mengambil tindakan. Mungkin kita akan langsung menelpon pihak keamanan setempat atau para tetangga lainnya untuk membantu si korban tadi.
Sensitifitas pribadi ini sangatlah penting karena hal ini adalah awal dari membentuk sensitifitas sosial. Kepekaan kita terhadap suatu lingkungan juga akan dimulai dari seberapa jauh kepekaan pribadi kita sendiri. Banyak orang mungkin tidak terlalu memperhatikan kerusakan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Mungkin saja di dalam benaknya ia akan berpikir toh selama saya tidak berbuat jelek terhadap lingkungan maka lingkungan saya menjadi baik dengan sendirinya, bersih dengan sendirinya, tidak tercemar dengan sendirinya, dan akan terehabilitasi dengan sendirinya. Padahal, perbaikan lingkungan di sekitar tempat kita memerlukan jamahan tangan manusia yang secara kreatif mampu memberikan sentuhan-sentuhan perbaikan sehingga dia akan menjadi alami seperti sedia kala.
Tanggalan
Tulisan Terakhir
Theme: Supposedly Clean by Alvin Woon. Blog pada WordPress.com.