Ide ini tercetus pertama kali oleh Christopher Columbus -penemu benua Amerika- ketika dia mengelilingi dunia. Dia membuat kesimpulan bahwa bumi itu bulat karena dia menemukan tempat yang sama pada akhir pelayarannya seperti ketika dia mulai melakukan perjalanan berlayarnya.
Namun, seiring dengan kemajuan teknologi yang ada, seorang ahli berkesimpulan bahwa pada dasarnya bumi itu tidak bulat, tetapi datar. Menurut Thomas L. Friedman -a well-known columnist of The New York Times- dalam bukunya yang berjudul ‘The world is flat‘, bahwa negara-negara di dunia telah menjadi suatu rantai dalam hal penyediaan jasa dan manufaktur. Segala sesuatu yang ada di dunia ini bisa berjalan dengan cepat, misalnya dalam hal transfer informasi dan komunikasi. Informasi dari suatu negara satu ke negara lain bisa sampai dalam hitungan menit, bahkan detik melalui bantuan teknologi tinggi, yaitu internet. Selain itu, banyak produk di dunia ini menjadi begitu kecil ukurannya. Dahulu, orang menggunakan media komunikasi berupa telepon berbentuk sangat besar dan tidak efisien untuk dibawa ke mana-mana. Tetapi, sekarang orang akan mudah membahwa alat komunikasi tersebut kemana-mana dengan bentuk yang sangat kecil. Hal ini membuktikan bahwa dunia telah mengalami globalisasi yang luar biasa.